Mesin Uang Elon Musk Dibuang Investor
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua perusahaan yang jadi mesin uang Elon Musk, SpaceX dan Tesla kehilangan US$420 miliar. Perkaranya karena pemilihan paruh waktu yang dilakukan di Amerika Serikat (AS).
Saham keduanya juga anjlok 9% untuk SpaceX dan Tesla 11%. Penurunan juga berkorelasi dengan aksi jual saham teknologi yang meluas.
Meski masih menjadi orang terkaya di dunia, kekayaan Musk juga menurun. Kini dia mengantongi US$800 miliar (Rp 14.475 triliun) dari US$1 triliun (Rp 18 ribu triliun) saat SpaceX IPO bulan Juni lalu, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (6/11/2026).
Musk diketahui menjadi penyumbang terbesar untuk kandidat Partai Republik. Financial Times melaporkan kontribusinya dalam pemilihan paruh waktu lebih dari US$470 juta, bahkan sumbangannya juga terus ditingkatkan.
Sayangnya sebagian besar kandidat yang didukung Musk mengalami kekalahan.
Partai Demokrat menang untuk mengendalikan Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat. Termasuk markas Tesla dan SpaceX di Texas, perwakilan Demokrat menjadi senator dan gubernur terpilih.
Nampaknya kemenangan ini bakal jadi tambahan tantangan bagi Musk dan perusahaannya di masa depan. Mengingat perusahaannya cukup terlibat aktif dalam pengembangan data center, yang jadi isu utama dalam kampanye Demokrat.
"Meski kebijakan secara alami sulit diprediksi, kami membayangkan SpaceX menghadapi hamabatan tambahan dalam keadaan ini," kata para analis dari Deutsche Bank.
Gubernur terpilih dari Demokrat, Gina Hinojosa menjadikan data center sebagai isu utama dalam kampanyenya. Dia menyerukan akan melakukan moratorium hingga adanya pengesahan aturan soal penggunaan air, biaya listrik, dan kendali lokal serta insentif.
Para analis memperkirakan kapasitas komputasi SpaceX di Texas berisiko ditunda. Termasuk kemungkinan penambahan belanja modal sebagai upaya untuk memenuhi persyaratan peraturan yang lebih ketat dan antisipasi mengenai pusat data.
Â
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]