Dikira Canggih, Ternyata Bandara Amerika Masih Pakai Disket dan Kertas

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
06 November 2026 19:50
A plane takes off behind the air traffic control tower at San Francisco International Airport in San Francisco, Tuesday, Nov. 26, 2019. Northern California and southern Oregon residents are bracing for a 'bomb cyclone' that's expected at one of the b
Foto: Badai Musim Dingin di Pesisir Timur AS Ganggu Lalu Lintas dan Penerbangan Pesawat (AP Photo/Jeff Chiu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengendalian lalu lintas udara Amerika Serikat (AS) tidak boleh lagi menggunakan perangkat lawas. Administrasi Penerbangan Federal telah melarang disket mulai 2028 mendatang.

Larangan itu ditunjukkan bagi informasi cuaca dan informasi penting pada lebih dari 400 fasilitas pengontrol lalu lintas udara di seluruh AS.

Sebagai pengganti empat sistem dari 1980-an, bakal digunakan Sistem Tampilan Informasi Perusahaan (Enterprise Information Display System. Selain itu, informasi penting bakal disatukan agar bisa diakses lebih cepat.

"Kami beralih dari proses manual lama menggantinya dengan teknologi yang bergantung pada disket dengan sistem modern yang membuat pengontrol bisa berbagi peringatan, jadwal wilayah udara terbatas, dan laporan pilot," kata Administrator FAA, Bryan Bedford, dikutip dari Reuters, Jumat (6/11/2026).

Tahun lalu, kongres telah menyetujui dana sebesar US$12,5 miliar (Rp 225,9 triliun) memperbaiki sistem tua itu. Sebagai peningkatan, menteri transportasi Sean Duffy ingin adanya tambahan US$30 miliar (Rp 542,3 triliun) karena FAA mengalami masalah teknologi.

Selama ini FAA masih menggunakan sistem telekomunikasi dan komputer Compaq berusia puluhan tahun. Untuk mengganti suku cadang pembelian dilakukan di platform eBay.

Fasilitas trafik udara juga tidak bisa saling berkomunikasi dan beriperasi dengan komputer analog individual. Tantangan ini terjadi saat wilayah udara AS merupakan yang paling kompleks di dunia.

Selain disket, FAA juga berupaya mengganti kertas sebagai penanda penerbangan oleh pengontrol lalu lintas untuk melacak pesawat. Kebiasaan selama puluhan tahun itu dimulai 2022 pada 49 bandara besar dan butuh waktu hingga 2028 untuk menyelesaikannya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Rahasia Pesawat Terbaru NASA Terbang Senyap Lebih Cepat dari Suara


Most Popular
Features