Cara Kerja ChatHPT Buatan Muhammadiyah yang Bisa Buat Naskah Khutbah

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
06 November 2026 14:40
ChatHPT. (Dok. https://hpt.muhammadiyah.or.id/)
Foto: (Dok. https://hpt.muhammadiyah.or.id/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Muhammadiyah mengumumkan kehadiran chatbot bernama ChatHPT. Seperti kebanyakan platform lainnya, asisten AI ini akan dapat menjawab segala macam pertanyaannya pengguna.

Dalama keterangan resminya, Muhammadiyah menjelaskan ChatHPT dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses putusan, fatwa, dan penjelasan keagamaan Majelis Tarjih dan Tajdid. Sumbernya sendiri berasal dari dari dokumen resmi Muhammadiyah.

"Selama ini, putusan Tarjih, kumpulan fatwa, dan tanya jawab agama telah tersedia dalam berbagai buku maupun dokumen digital. Namun, menemukan pembahasan yang tepat di antara ribuan halaman dokumen tersebut membutuhkan waktu dan pengetahuan tentang letak sumbernya," kata pihak Muhammadiyah, dikutip Jumat (6/11/2026).

"Melalui ChatHPT, masyarakat dapat mengajukan pertanyaan dengan bahasa sehari-hari. Sistem kemudian menelusuri dokumen yang relevan, menyusun jawaban, dan menyertakan rujukan ke naskah aslinya. Pengguna dapat menelusuri sumber yang digunakan untuk memahami dasar jawaban tersebut".

ChatHPT memiliki tiga fungsi utama, yakni mesin tanya jawab keagamaan, perpustakaan digital dan pendamping belajar. Pengguna dapat juga menelusuri arsip dokumen Tarjih tanpa mengajukan pertanyaan.

Pengembangan melibatkan berbagai pihak, salah satunya Majelis Tarjih untuk menjaga otoritas keilmuan dan subtansi keagamaan. Adapula Majelis Pustaka dan Informasi untuk mendukung pengelolaan dokumentasi dan kanal digital.

Terakhir adalah LabMu, yang mengembangkan teknologi. Termasuk juga sistem pencarian dan integrasi kecerdasan buatan.

ChatHPT telah dilakukan uji coba sejak Agustus 2026. Hingga 2 November 2026, sebanyak 13.840 pertanyaan diajukan dan terbanyak terkait salat mencapai 2.671 pertanyaan.

Pengembangan ChatHPT di masa depan akan diperluas pada koleksi dokumen dan peningkatan kualitas jawaban. Termasuk rencananya penambahan materi Himpunan Putusan Tarjih, keputusan Munas terbaru, panduan ibadah, serta pengembangan fitur untuk mubaligh, pendidik, dan peneliti.

ChatHPT disebut dibangun di atas AI Muhammadiyah (AIMU) yang tersambung dengan beberapa model AI. Namun, untuk menjawab pertanyaan, pengembang membatasi agar ChatHPT hanya menjawab pertanyaan tertentu dan hanya mengambil informasi dari sumber yang terbatas.

Dengan menggunakan arsitektur Retrieval-Augmented Generation (RAG), LLM yang digunakan dipaksa bertindak hanya sebagai "juru tulis otomatis" yang merangkum teks dari 1.153 dokumen Himpunan Putusan Tarjih (HPT) resmi Muhammadiyah yang disodorkan oleh sistem.

HPT adalah kumpulan putusan keagamaan Muhammadiyah yang dirumuskan melalui pengkajian dan ijtihad kolektif berdasarkan Al-Qur'an dan Sunah. Mencakup persoalan akidah, ibadah, dan muamalah, HPT memuat tuntunan beserta dasar dan pertimbangan keilmuannya.

ChatHPT berangkat dari HPT, tetapi juga memanfaatkan berbagai fatwa dan referensi keilmuan yang relevan. Melalui bantuan AI, ChatHPT memudahkan penelusuran dan pemahaman rujukan, bukan menghasilkan fatwa atau putusan baru.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pangkas Waktu Reservasi, FDC Dental Clinic Terapkan Teknologi AI


Most Popular
Features