Riset Uji Kesehatan Mandi Air Dingin dan Hangat, Hasilnya Tak Terduga

Redaksi,  CNBC Indonesia
06 November 2026 20:20
Ilustrasi Mandi Malam. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Mandi Malam. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mandi air dingin yang selama ini dianggap menyiksa diri ternyata membawa manfaat luar biasa bagi kesehatan. Penelitian terbaru mengungkapkan mereka yang rutin mandi air dingin jauh lebih jarang sakit dibandingkan mereka yang mandi dengan air hangat.

IFL Science melaporkan penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Basel, Swiss. Peneliti menguji 719 orang sehat berusia 18 hingga 65 tahun yang sebelumnya tidak pernah mandi air dingin. Mereka dibagi menjadi dua kelompok yaitu satu kelompok mandi dengan air sedingin yang memungkinkan selama 12 minggu, sedangkan kelompok lain tetap mandi seperti biasa dengan air hangat.

Hasilnya sungguh mengejutkan:

  • Kelompok mandi air dingin 31% lebih sedikit absen bekerja karena sakit
  • Jumlah hari sakit menurun 26% dibandingkan kelompok biasa
  • Kondisi fisik dan mental juga terasa lebih baik secara mandiri

Temuan ini memperkuat penelitian sebelumnya di Belanda yang melibatkan 3.018 peserta. Hasilnya ditemukan penurunan jumlah cuti sakit hingga 29%. Para peneliti menjelaskan bahwa air dingin memicu respons sistem kekebalan tubuh, membuatnya lebih waspada terhadap infeksi.

Menariknya, meskipun hampir semua peserta merasa tidak nyaman pada awalnya, 91% menyatakan ingin melanjutkan kebiasaan ini setelah penelitian selesai dan 64% benar-benar melakukannya. Alasan utama mereka adalah tubuh terasa lebih segar dan bertenaga, sebanding dengan efek minum kafein tanpa efek sampingnya.

Selain sehat, mandi air dingin ternyata sangat ramah lingkungan. Dalam 12 minggu, setiap peserta mengurangi emisi karbon sebesar 15 kilogram, setara dengan hasil pembakaran bahan bakar kendaraan sejauh 100 kilometer. Penghematan ini disebabkan oleh  tidak ada energi yang dipakai untuk memanaskan air.

Peneliti menegaskan, tidak perlu memaksakan diri mandi dengan air yang sama dinginnya setiap hari.

"Kita tidak selalu merasa sama kuat setiap hari, dan itu wajar. Jika kita memaksakan diri melepaskan kenyamanan sepenuhnya, lama-lama akan berdampak buruk bagi kesehatan mental. Dan jatuh sakit justru tidak membantu lingkungan," ujar Lena Glaser.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Peneliti Uji Obat Flu dan Batuk dari Sisa Mumi, Ini Hasilnya


Most Popular
Features