Stasiun Bumi, Saksi Langkah BAKTI Hadirkan Konektivitas ke Pelosok RI

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
03 November 2026 19:15
Stasiun Bumi Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) di Cikarang, Jawa Barat/Khoirul Anam
Foto: Stasiun Bumi Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) di Cikarang, Jawa Barat/Khoirul Anam

Cikarang, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) membuka koneksi internet di wilayah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Titik-titik akses internet ini dihadirkan oleh Satelit Republik Indonesia (Satria-1) dengan kapasitas 150 Gbps.

SATRIA-1 dirancang untuk mendukung pemerataan akses internet, terutama pada fasilitas publik di wilayah yang membutuhkan konektivitas. Di darat, Stasiun Bumi SATRIA-1 di Cikarang, Jawa Barat, turut menghubungkan jaringan komunikasi dengan satelit.

Infrastruktur ini memungkinkan komunikasi antara sistem di darat dan satelit berlangsung sesuai dengan fungsi serta konfigurasi jaringan yang digunakan. Adapun PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menjadi operator yang memastikan perangkat Stasiun Bumi dapat berfungsi sesuai standar operasional.

Sub Dept Head Service Implementation Integration PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Manggala Fahreza menjelaskan Stasiun Bumi berperan sebagai penghubung antara satelit dan jaringan internet di ground. Secara sederhana, Stasiun Bumi atau Ground Station dapat diibaratkan sebagai jembatan komunikasi antara jaringan internet di darat dengan satelit yang berada di luar angkasa.

 

Stasiun Bumi Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) di Cikarang, Jawa Barat/Khoirul Anam

"Ketika pengguna layanan mengakses internet melalui perangkat seperti handphone atau komputer, permintaan data tersebut akan dikirim melalui perangkat antena VSAT menuju satelit. Selanjutnya, satelit meneruskan sinyal tersebut ke Stasiun Bumi yang terhubung dengan jaringan internet global melalui infrastruktur telekomunikasi," ujar dia kepada CNBC Indonesia, Senin (2/11/2026).

Diketahui BAKTI membangun 11 stasiun bumi (gateway) di Cikarang (Jawa Barat), Batam (Kepulauan Riau), Manado (Sulawesi Utara), Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Tarakan (Kalimantan Utara), Pontianak (Kalimantan Barat), Kupang (Nusa Tenggara Timur), Ambon (Maluku), Manokwari (Papua Barat), Jayapura (Papua), dan Timika (Papua Tengah).

Stasiun Bumi Cikarang ditunjuk sebagai Stasiun Pusat Pengendali Satelit Primer berikut Network Operation Control. Setiap lokasi stasiun bumi dilengkapi oleh antena khusus yang diproduksi perusahaan asal Tiongkok, The North West China Research Institute of Electronic Equipment (NWIEE).

Satelit terbesar di Asia dan kelima di dunia tersebut digunakan untuk memperkuat jaringan internet dan layanan digital di 150 ribu titik terutama di daerah 3T. Kehadiran SATRIA-1 dapat mendukung kegiatan sekolah dan pesantren, percepatan layanan publik di kantor pemerintahan daerah, data puskesmas dan rumah sakit daerah, serta membantu pengawasan wilayah oleh TNI dan Polri.

"Peran dalam wilayah 3T, yaitu menjangkau wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur terestrial, memberikan konektivitas digital, mendukung pemerataan akses Informasi, dan menghubungkan fasilitas publik seperti pendidikan, kesehatan, kantor pemerintahan dan fasilitas pelayanan publik lainnya," terang Manggala.



(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dorong Pembangunan Digital, Wamenkomdigi Tekankan Hal Ini!


Most Popular
Features