Strategi Telkom Jawab Peningkatan Kebutuhan AI
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyiapkan berbagai strategi dalam menjawab kebutuhan Artificial Intelligence yang semakin meningkat. Salah satunya dengan meningkatkan infrastruktur milik Telkom.
VP IT Digital Strategy and Performance Telkom, Jokodi Wibowo menjelaskan Telkom terus meningkatkan kapasitas infrastruktur untuk mendukung perkembangan AI. Telkom meningkatkan lalu lintas 14 infrastruktur kabel laut domestik utama dan secara bersamaan, Telkom juga meningkat kapabilitas dari jaringan
"Sehingga dia pun bisa secara proper meng-handle kebutuhan AI infrastructure yang kita provide mulai dari sisi latensinya, dari sisi traffic yang mungkin secara pergerakan atau dinamika itu berbeda," ujar dia dalam Coffee Morning bertajuk "Melampaui Adopsi AI: Apa Peran Indonesia dalam Ekonomi AI?", Selasa (3/11/2026).
Jokodi menambahkan Telkom juga mereduksi latensi data center miliknya. Sebab semakin banyak beban kerja AI akan dipindahkan ke perangkat edge untuk memenuhi kebutuhan aplikasi yang memerlukan latensi rendah.
"Kita reduce latensinya itu at least lower below 20 second. Itu yang kita lakukan sehingga dia bisa secara proper bisa di-utilize untuk men-support workload dari AI, terutama untuk yang membutuhkan heavy bandwidth," ujar dia.
"Itu potensi yang kita lihat bisa kita optimize, sehingga nanti bisa menjadi sebuah infrastructure untuk memiliki kebutuhan AI, yang tadi low latency-nya sama juga high bandwidth," tambah Jokodi.
Dia menambahkan, Telkom juga meningkatkan konektivitas data center di area lainnya untuk memastikan bahwa teknologi AI dapat menyebar baik di dalam negeri maupun luar negeri.
"Dari sisi infrastructure tadi connectivity, data center, kita juga harus melakukan peningkatan di area-area lainnya untuk memastikan bahwa AI ini memang bisa spread atau di-utilize secara proper dengan negara, tapi juga tidak hanya untuk engagement atau koneksi di Indonesia, tapi untuk keluar pun asetnya itu pun menjadi salah satu area yang bisa kita jalankan," pungkas dia.