BMKG Prediksi 19 Wilayah RI Diguyur Hujan Senin, 2 November

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
02 November 2026 09:30
Sejumlah kendaraan melaju saat hujan mengguyur di jalan Raya Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Suhendra)
Foto: Sejumlah kendaraan melaju saat hujan mengguyur di jalan Raya Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Suhendra)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis wilayah yang berpotensi hujan pada Senin, 2 November 2026.

Meskipun musim kemarau masih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal.

BMKG menjelaskan, kondisi kekeringan saat ini mendapat dorongan kuat dari interaksi El Niño sangat kuat dan IOD positif.

Kendati kekeringan masih melanda, cuaca ekstrem berupa hujan lebat tetap membayangi sejumlah daerah lain. Ketersediaan uap air yang melimpah akibat kehangatan suhu muka laut, ditambah pertemuan angin serta aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) serta Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan MRG, menjadi faktor utama yang memicu hujan.

Prediksi BMKG untuk 10 hari setelah I November 2026 mengindikasikan bahwa mayoritas wilayah Indonesia didominasi oleh presipitasi kategori menengah (50-100 mm/dasarian) sebesar 67,62%.

Kendati akumulasi dasarian berada pada rentang rendah hingga menengah, dinamika atmosfer berpeluang memicu pembentukan awan konvektif. Penjalaran MJO diprediksi memengaruhi wilayah barat dan selatan Indonesia, sedangkan Gelombang Kelvin diprediksi aktif di bagian timur. Fenomena-fenomena ini mendorong pertumbuhan awan hujan, terutama pada area dengan konvergensi massa udara dan labilitas atmosfer yang signifikan.

Selain itu, dinamika pola angin regional turut dipengaruhi oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman serta pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna.

Keberadaan kedua sistem tersebut membentuk zona konvergensi dan perlambatan kecepatan angin (konfluensi), yang menstimulasi pembentukan awan konvektif pemicu hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang.

"Oleh sebab itu, meskipun akumulasi dasarian tergolong sedang, probabilitas presipitasi ekstrem harian tetap memerlukan antisipasi mitigasi bencana hidrometeorologi," tulis BMKG dalam laporan Prakiraan Cuaca Indonesia, dikutip Senin (2/11/2026).

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan dengan intensitas ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di beberapa wilayah, berikut daftarnya:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • DI Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara
  • Gorontalo
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku Utara
  • Papua Barat
  • Papua Pegunungan
  • Papua
  • Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di wilayah berikut:

  • Siaga (hujan lebat - sangat lebat): Sumatera Barat.
  • Angin Kencang: Banten dan Sumatera Barat.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Cuaca Panas Mendidih Hantam RI, BMKG Warning Karhutla Makin Parah


Most Popular
Features