Penemu Lokasi Bahtera Nuh Akui Diancam Dibunuh, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Penemu lokasi Bahtera Nuh dan pendiri organisasi Noah's Ark Scans, Andrew Jones mengaku pekerjaannya cukup sulit. Termasuk mendapatkan ancaman pembunuhan.
Salah satunya saat akan melakukan penelitian di Turki, dia harus mendapatkan izin penggalian dengan serangkaian syarat untuk bisa melakukan pekerjaannya. Butuh waktu bertahun-tahun untuk akhirnya izin penggalian bisa dikantongi.
"Jika Anda mencoba mendapatkan izin, harus bekerja di bawah naungan universitas Turki, Anda juga harus bekerja dengan seorang profesor Turki," kata Jones, dikutip dari CBN, Minggu (1/11/2026).
Izin baru didapatkan awal tahun 2026 lalu. Baru tim peneliti bergerak cepat untuk mengatur semuanya, termasuk menggalang dana.
Bukan hanya izin yang sulit turun, namun mereka mendapatkan banyak ancaman. Profesor yang terlibat dalam proyek disebut sebagai pengkhianat dan dikecam oleh kelompok ateis dan agnostik.
Jones juga tak luput dari ancaman. Pintu rumahnya kerap diketuk tengah malam sejak awal tahun ini, saat izin penelitian turun.
Ancaman pembunuhan pun dia dapatkan. Namun belum diketahui alasan ancaman tersebut dilayangkan kepada tim pelacak Bahtera Nuh.
Namun, Jones berpendapat semua kekacauan terjadi saat tim peneliti mengumumkan izin telah dikantongi.
Sebagai langkah pencegahan, Jones memutuskan meninggalkan apartemen yang ditinggalinya. Akhirnya dia memilih tinggal bersama temannya.
Meski cobaan dan ancaman bertubi-tubi datang, Jones tak pernah berencana menghentikan proyek pencarian Bahtera Nuh tersebut.
Â
(npb/luc) [Gambas:Video CNBC]