China Mau Diblokir Total, Amerika Menggila Tak Kasih Ampun

Redaksi,  CNBC Indonesia
31 October 2026 09:15
US President Donald Trump shakes hands with China's President Xi Jinping during a State Dinner at the White House in Washington, DC, on September 24, 2026. President Xi is on a State visit to the United States from September 23 to 25. (Photo by Brend
Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) bersiap memblokir akses langsung perusahaan telekomunikasi asal China ke alokasi nomor telepon AS. Langkah tegas atas alasan keamanan nasional ini dirancang khusus untuk memutus rantai aksi penipuan telepon otomatis (scam robocalls).

Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) mengumumkan bakal menggelar pemungutan suara pada 19 November mendatang terkait draf aturan pemblokiran tersebut. Sejumlah raksasa telekomunikasi China yang masuk daftar bidikan antara lain China Mobile, China Telecom, hingga China Unicom.

Akses langsung ke nomor telepon AS sejatinya merupakan jalur hemat bagi penyedia layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) untuk mengonversi suara menjadi data digital via koneksi pita lebar (broadband).

"Lewat keputusan ini, FCC memperkuat benteng pertahanan utama kita dalam melawan para peretas dan penelepon otomatis ilegal," tegas Ketua FCC Brendan Carr dalam keterangan resminya, dikutip dari Reuters, Sabtu (31/10/2026).

Di sisi lain, Pemerintah China meradang atas rencana pemblokiran tersebut. Kementerian Luar Negeri China menuding Washington kerap kali menjadikan isu keamanan nasional sebagai 'topeng' untuk menyalahgunakan kekuasaan demi menekan korporasi asal China.

"China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan kami," tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun.

Opsi Pemblokiran Makin Meluas

Tak berhenti di situ, FCC juga merencanakan aturan turunan untuk melarang seluruh penyedia layanan berbasis IP yang tertangkap tangan memakai perangkat buatan vendor masuk daftar hitam (black list) keamanan nasional AS, seperti Huawei dan ZTE.

Mulai Desember 2028, FCC bakal melarang laboratorium pengujian di China untuk melakukan sertifikasi perangkat elektronik AS, sekaligus mencabut izin akses nomor telepon bagi perusahaan China yang dinilai berisiko tinggi terhadap keamanan nasional.

Sebelumnya, FCC telah memutus izin operasional internasional China Mobile, China Telecom, dan China Unicom di pasar AS. Otoritas AS kini bahkan tengah mengkaji opsi balasan lain, mulai dari melarang entitas China terhubung ke jaringan nasional hingga menutup operasional data center mereka di AS.

Eskalasi perseteruan ini dipicu oleh kekhawatiran AS atas potensi spionase dan kebocoran data sensitif. Pada akhir 2024 lalu, kelompok hacker yang disokong pemerintah China, Salt Typhoon, dituduh menyusup ke infrastruktur telekomunikasi AS dan menguras catatan panggilan jutaan konsumen.

Lembaga investigasi FBI bahkan menyebut ancaman serangan siber dari Salt Typhoon masih terus mengintai hingga saat ini.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga


Most Popular
Features