Wajah Manusia Pertama di Dunia Dihidupkan Kembali

RE,  CNBC Indonesia
26 October 2026 20:30
Aproksimasi Wajah Digital dari Tengkorak Komposit Jebel Irhoud (~315.000 Tahun yang Lalu). (MDPI Heritage)
Foto: Aproksimasi Wajah Digital dari Tengkorak Komposit Jebel Irhoud (~315.000 Tahun yang Lalu). (MDPI Heritage)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan berhasil merekonstruksi wajah manusia tertua yang pernah diketahui, berusia sekitar 315.000 tahun. Hasilnya sungguh mengejutkan. Jika ia ada di antara kerumunan masa kini, mungkin tidak ada yang menyadarinya sebagai orang yang hidup puluhan ribu generasi lalu.

Cerita ini bermula pada awal tahun 1960-an, ketika seorang pekerja tambang di situs Jebel Irhoud, Maroko, menemukan tengkorak purba. Awalnya diperkirakan itu kerabat Neanderthal yang hidup sekitar 40.000 tahun lalu. Namun penelitian lebih lanjut yang diterbitkan tahun 2017 mengubah seluruh pemahaman sejarah.

Fosil itu ternyata milik Homo sapiens, spesies kita sendiri, dan usianya mencapai 315.000 tahun. Temuan ini merevisi kemunculan pertama manusia modern lebih awal 100.000 tahun dibandingkan dugaan sebelumnya.

Kini, tim peneliti menggabungkan sisa-sisa tulang dari beberapa individu menjadi satu kerangka wajah lengkap secara digital. Bagian utama tengkorak berasal dari satu spesimen, sedangkan rahang bawah diambil dari temuan lain di lapisan yang sama.

Hasil perpaduan ini dinilai sangat cocok oleh perancang rekonstruksi, Cícero Moraes.

Wajah yang terbentuk memiliki ciri yang tegas, alis yang menonjol, rahang kokoh, dan gigi yang lebih besar dibanding manusia masa kini. Namun secara keseluruhan, bentuk dasarnya sudah sangat dekat dengan kita.

"Jika ia berjalan di tengah keramaian, mungkin tidak ada yang menoleh. Namun dilihat lebih dekat, Anda akan melihat perbedaannya - terutama fitur yang lebih kokoh dan rahang yang menonjol," ujar Moraes seperti dikutip oleh Science Alert.

Untuk membentuk wajah di atas tulang, tim menggunakan data ketebalan jaringan dari manusia modern, lalu menyesuaikan bentuknya dengan kerangka purba tersebut. Versi akhir disajikan dalam dua bentuk: satu tampilan abu-abu tanpa rambut maupun warna kulit yang menampilkan struktur wajah secara ilmiah, dan satu versi berwarna yang lebih artistik, disertai rambut, kulit, dan jenggot.

Temuan ini menguatkan pemahaman bahwa ciri khas manusia modern tidak muncul sekaligus dalam satu waktu. Wajah yang tampak seperti kita sudah ada sejak ratusan ribu tahun lalu, sedangkan bagian otak dan kepala belakang masih terus berubah bentuk hingga mencapai seperti saat ini.

Rekayasa visual home sapiens tertua ini dipublikasikan dalam jurnal Heritage dalam laporan penelitian berjudul Digital Facial Approximation of Jebel Irhoud Composite Skull (~315,000 BP).

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Manusia Kawin Campur dengan Spesies Lain, Umur Anak Hanya 5 Tahun


Most Popular
Features