Pemilik ChatGPT Selangkah Lagi Jadi Perusahaan US$ 1 Triliun

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
26 October 2026 07:50
OpenAI CEO Sam Altman arrives for a state dinner held by US President Donald Trump and first lady Melania Trump for Chinese President Xi Jinping and his wife, Peng Liyuan, in Washington, D.C., US, September 24, 2026. REUTERS/Aaron Schwartz
Foto: REUTERS/Aaron Schwartz

Jakarta, CNBC Indonesia - OpenAI selangkah lagi menjadi perusahaan dengan valuasi lebih dari US$1 triliun. Ini berkat ronde pendanaan terbaru yang masih berlangsung.

Putaran pendanaan itu rencananya akan mengumpulkan hingga US$30 miliar (Rp 542,6 triliun), dan akan memberikan valuasi perusahaan US$1,25 triliun(Rp 22,6 ribu triliun).

Informasi tersebut berasal dari sejumlah sumber yang mengetahui kesepakatan. Mereka juga mengatakan putaran pendanaan dipimpin investor dari Uni Emirat Arab dan Coatue, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (26/10/2026).

Putaran pendanaan terjadi setelah investor mendekati OpenAI dengan proposal pada September lalu. Saat ini ukuran putaran pendanaan masih ditentukan dengan harapan bisa berakhir minggu depan.

Selain itu, OpenAI juga tengah menegosiasikan kesepakatan komersial dengan UEA. Tujuannya mengamankan lebih banyak kapasitas komputasi.

OpenAI menargetkan pengeluaran komputasi US$600 miliar (Rp 10.800 triliun) pada 2030, dan informasi ini telah diberitahu kepada para investor bulan Februari lalu.

Pendanaan terbaru dinilai sebagai jalan menjelang potensi IPO.

Rencana untuk jadi perusahaan publik sempat diutarakan oleh CFO OpenAI Sarah Friar kepada karyawan pada Agustus lalu. Dia mengatakan rencana itu akan terjadi pada 2027 mendatang.

Namun kemudian CEO Sam Altman mengatakan hal sebaliknya, dan menyebut saat ini bukan saat yang tepat untuk jadi go public.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Perusahaan Mau IPO, Malah Bilang Produknya Ancam Umat Manusia


Most Popular
Features