Bentuk Bumi Berubah Makin Bulat, Manusia Rasakan Sendiri Dampaknya
Jakarta, CNBC Indonesia - Selama ini kita belajar bahwa Bumi bukan bola sempurna, melainkan pepat di kedua kutub dan menggembung di khatulistiwa. Bentuk ini muncul akibat gaya sentrifugal saat Bumi berputar. Bagian tengah terhempas keluar, sedangkan wilayah dekat poros tertekan masuk.
Namun pengukuran satelit terbaru menunjukkan hal yang mengejutkan. Bumi perlahan-lahan menjadi lebih bulat, dan penyebab utamanya berkaitan langsung dengan perubahan iklim yang didorong aktivitas manusia.
Penjelasan utama berasal dari fenomena yang dikenal sebagai pemulihan isostatis. Selama ribuan tahun, lapisan es setebal kilometer di Antartika dan Greenland menekan kerak bumi ke bawah, sehingga wilayah kutub tampak lebih pepat. Ketika suhu bumi naik dan es mencair dalam skala besar, beban raksasa itu terangkat. Tanah yang sebelumnya tertekan perlahan bangkit kembali - proses yang berlangsung terus-menerus, bahkan hingga ribuan tahun setelah es hilang.
Akibatnya, jarak dari pusat Bumi ke permukaan di wilayah kutub bertambah. Sementara itu, di sekitar khatulistiwa, permukaan justru sedikit menyusut. Hal ini terjadi karena air yang dulunya tertahan di daratan kini mengalir ke laut, mendistribusikan massa secara lebih merata ke seluruh permukaan. Hasil keseluruhannya: bentuk Bumi makin mendekati bola sempurna.
- Pencairan es bukan satu-satunya penyebab. Aktivitas manusia lain ikut mengubah distribusi massa di permukaan Bumi:
- Pengambilan air tanah dalam skala besar menggeser massa air dari bawah tanah ke permukaan, lalu ke laut
- Pembangunan bendungan menahan air di dataran tinggi yang sebelumnya mengalir ke laut
- Perubahan pola hujan dan pengeringan lahan basah juga mengubah berat yang menekan kerak bumi di berbagai tempat
Semua hal ini terjadi secara perlahan, tetapi alat ukur satelit mampu mendeteksi perubahan bentuk Bumi hingga tingkat milimeter.
Perubahan bentuk Bumi bukan sekadar fakta ilmiah yang menarik. Hal ini memiliki dampak nyata:
- Pengaruh pada rotasi Bumi - pergeseran massa dapat mengubah kecepatan putaran dan posisi poros Bumi, meskipun perubahannya sangat kecil
- Sistem navigasi - satelit pemantau posisi harus terus disesuaikan agar peta dan penunjuk arah tetap akurat
- Peringatan iklim - perubahan bentuk Bumi ini adalah bukti nyata bahwa pencairan es berlangsung cepat dan dampaknya terasa secara global
- Tanda perubahan berkelanjutan - proses pemulihan isostatis akan terus berlangsung berabad-abad ke depan, meskipun suhu bumi berhenti naik hari ini