Kupang dan Bitung Mau Dijadikan Pusat Data Center Baru RI

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
23 October 2026 11:30
Data Center. (REUTERS/Vincent West)
Foto: REUTERS/Vincent West

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mendorong pembangunan pusat data swasta ke wilayah Indonesia timur untuk memperluas investasi infrastruktur digital yang selama ini terkonsentrasi di wilayah barat.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan perencanaan lokasi, pasokan energi, konektivitas, serta penyederhanaan perizinan untuk mendukung ekspansi tersebut.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan, pemerataan pusat data perlu mempertimbangkan potensi pasar, kesiapan sumber daya, ketersediaan energi, serta dukungan jaringan nasional dan internasional.

"Kami perlu memprioritaskan kawasan-kawasan tertentu dengan mempertimbangkan kebutuhan pemerintah, industri, dunia pendidikan, dan layanan publik. Selain itu, pasokan energi dan kesesuaian lokasi juga merupakan hal penting," ujar Wayan, dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (23/10/2026).

Menurut Wayan, pengembangan data center tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan investasi dan pembangunan fisik.

Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Senayan, Selasa (4/2/2025). (CNBC Indonesia/Intan)Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Senayan, Selasa (4/2/2025). (CNBC Indonesia/Intan)

Pemerintah perlu memastikan setiap lokasi memiliki ekosistem pendukung yang memadai agar pusat data dapat beroperasi secara andal dan memenuhi kebutuhan pengguna.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyusunan regulasi terkait kabel bawah laut dan pusat data.

Wayan menyampaikan rancangan Peraturan Presiden mengenai kedua aspek tersebut telah disiapkan dan sedang memasuki tahap konsultasi publik.

Pemerintah juga membutuhkan masukan dari industri, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta untuk menyempurnakan kebijakan tersebut.

"Untuk mendorong pembangunan data center di Indonesia bagian timur, kami juga menyediakan konektivitas cadangan menuju pusat konektivitas nasional dan internasional. Dengan begitu, pusat data di luar Jawa dan Batam tidak menjadi fasilitas yang terisolasi," ungkapnya.

Ketersediaan konektivitas cadangan menjadi bagian penting dalam membangun jaringan pusat data yang tangguh.

Dengan dukungan jalur alternatif, layanan digital di berbagai wilayah diharapkan tetap memiliki konektivitas yang andal dan tidak bergantung pada satu jalur jaringan saja.

Selain konektivitas, pemerintah juga perlu mengoordinasikan kesiapan pasokan listrik, gardu induk, ketersediaan air untuk sistem pendinginan, serta mitigasi risiko bencana.

Penyederhanaan perizinan turut menjadi perhatian agar proses pembangunan infrastruktur digital dapat berjalan lebih efektif.

Wayan menegaskan pemerataan investasi pusat data perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan kesiapan ekosistem di setiap wilayah.

Sejumlah kawasan di luar Jawa, termasuk Sulawesi dan Kupang, dapat menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan sesuai potensi dan kebutuhan pasarnya. 

"Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, operator jaringan, instansi yang menangani pertanahan, serta investor sangat diperlukan. Kolaborasi ini penting untuk memberikan kepastian mengenai ketersediaan lahan dan biaya," ujar Wayan.

Menko Airlangga beberapa waktu yang lalu sempat menyebut Bitung sebagai salah satu calon lokasi sentra data center di luar Jawa.

Wayan menekankan bahwa pengembangan pusat data untuk mendukung kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membutuhkan kesiapan infrastruktur secara menyeluruh.

Pasokan listrik, kapasitas daya yang memadai, ketersediaan air, serta konektivitas berkapasitas tinggi menjadi prasyarat penting untuk menopang beban kerja AI yang membutuhkan energi besar.

Pemerintah mendorong penguatan jaringan internet, pasokan listrik, dan keterlibatan kontraktor lokal untuk mendukung pembangunan pusat data dan AI Factory.

"Kita membutuhkan konektivitas berkapasitas tinggi untuk mendukung AI. Kita juga harus memastikan tidak ada lagi keterlambatan dan kekurangan kapasitas koneksi, baik pada jaringan backbone, jaringan penghubung, maupun jaringan akses," tegas Wayan.

Langkah ini diharapkan memperluas investasi pusat data ke Indonesia timur dan mendukung pengembangan AI hingga 2030.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Proyek Data Center BDx Jatiluhur Disetop, Begini Nasib Pusat Data Lain


Most Popular
Features