Patch PHP2Shell Sudah Terbit, Ini Versi Aman dan Cara Update

Redaksi,  CNBC Indonesia
22 October 2026 10:05
Ilustrasi peretasan jaringan internet
Foto: CNBC

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim pengembang PHP resmi merilis pembaruan keamanan darurat untuk menutup celah kritis yang dikenal sebagai PHP2Shell. Kerentanan ini memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh tanpa kata sandi maupun akun, sehingga pengelola situs web diminta segera memasang perbaikan, dikutip Kamis (22/10/2026).

Dua kerentanan yang diberi kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 memiliki tingkat keparahan 9,2 dari skala 10. Keduanya memungkinkan pelaku menyerang server secara langsung, bahkan sebelum kode halaman web dijalankan. Konfigurasi Apache mod_php dinilai paling berisiko, karena permintaan sederhana tanpa izin apa pun sudah dapat memicu serangan.

"Tidak ada langkah pencegahan lain yang sepenuhnya aman. Memperbarui adalah satu-satunya pilihan," tegas tim pengembang PHP dalam pernyataan resminya.

Daftar Versi PHP yang Sudah Aman

Pembaruan telah dirilis untuk empat cabang versi utama. Pastikan sistem Anda menggunakan setidaknya nomor versi berikut:

  • PHP 8.5 8.5.12 atau lebih baru
  • PHP 8.4 8.4.27 atau lebih baru
  • PHP 8.3 8.3.36 atau lebih baru
  • PHP 8.2 8.2.35 atau lebih baru

PHP 8.1 dan versi di bawahnya sudah tidak mendapatkan pembaruan rutin. Namun perbaikan kode sumber telah disediakan untuk PHP 7.4, 8.0, dan 8.1 guna membantu pengguna yang membangun sistem sendiri. Pengguna disarankan segera merencanakan migrasi ke versi yang masih didukung. Dukungan untuk PHP 8.2 sendiri dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026.

Cara Cek dan Update

  • Cek versi: Jika menggunakan panel seperti cPanel, lihat di menu MultiPHP Manager atau Select PHP Version.
  • Jika mengelola server sendiri, ketik perintah php -v di terminal. Perlu diingat, versi yang terlihat di terminal bisa berbeda dengan yang dipakai situs web.
  • Cadangkan dulu: Simpan salinan berkas dan basis data sebelum melakukan perubahan.
  • Cek kesesuaian: Pastikan aplikasi, sistem manajemen konten, tema, serta pengaya yang dipakai kompatibel dengan versi PHP yang akan dipasang.
  • Pasang pembaruan: Lakukan melalui panel penyedia layanan atau pengelola paket sistem operasi. Nyalakan ulang layanan web server jika diperlukan.
  • Uji coba: Buka halaman situs untuk memastikan seluruh fungsi berjalan normal setelah pembaruan.

Pengguna yang tidak mengelola server sendiri sebaiknya menghubungi penyedia layanan hosting. Tanyakan apakah perbaikan sudah diterapkan dan nomor versi yang aktif. Jika panel menyediakan pilihan versi, pilih versi yang sudah aman setelah memastikan kesesuaian dengan website.

Penting diketahui bahwa firewall atau sistem penyaringan trafik dapat mengurangi risiko, tetapi tidak dapat menggantikan pembaruan resmi. Satu-satunya cara terjamin aman adalah memasang pembaruan langsung pada perangkat lunak tersebut.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis Internet Global, Website di Seluruh Dunia Terancam Bobol


Most Popular
Features