Data Center Serbu Kawasan Industri RI, Paling Besar Milik Microsoft

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
21 October 2026 15:01
Data Center. (REUTERS/Vincent West)
Foto: REUTERS/Vincent West

Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi besar-besaran untuk membangun data center di Indonesia tampak dari pembelian lahan di kawasan industri. Laporan keuangan PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) misalnya didominasi perusahaan data center sebagai pembeli terbesar.

Sektor data center menjadi pendorong utama penjualan lahan industri di kawasan Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, PT Microsoft Operations Indonesia menjadi pembeli dengan nilai penjualan terbesar hingga 30 September 2026, mencapai Rp795,96 miliar. Nilai tersebut setara dengan 30,06% dari total penjualan yang tercatat dalam daftar pembeli utama perseroan.

Di posisi kedua, PT Digital Gayana Ekagrata mencatatkan pembelian senilai Rp741,50 miliar atau 28,01%. Selanjutnya, PT Princeton Digital Group membeli lahan senilai Rp446,12 miliar, setara dengan 16,85%.

Sementara itu, PT Indoedge Real Estate and Data Center mencatatkan pembelian sebesar Rp276,06 miliar atau 10,43% dari total penjualan dalam daftar tersebut.

Secara keseluruhan, keempat perusahaan itu menyumbang penjualan sebesar Rp2,26 triliun atau 85,35% dari total penjualan yang dicatatkan dalam daftar pembeli utama DMAS hingga akhir September 2026.

Besarnya kontribusi penjualan lahan kepada perusahaan-perusahaan tersebut sejalan dengan keterangan resmi perseroan yang menyebut sektor data center sebagai pendorong utama pendapatan pada periode tersebut.

Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp2,65 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Angka itu meningkat hampir 3,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Telah terjadi kenaikan signifikan sebesar hampir 3,4 kali lipat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya," ujar Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, dikutip Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, segmen industri masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan. Segmen ini menghasilkan Rp2,54 triliun atau sekitar 96% dari total pendapatan usaha DMAS.

"Sebagian besar pendapatan Perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center," kata Tondy.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Data Center Ditolak di Mana-Mana, Investasi Rp2.000 T Terancam


Most Popular
Features