Data Center Mau Diatur, Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
20 October 2026 17:25
Menkomdigi Meutya Hafid berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026). (Dok Komdigi)
Foto: (Dok Komdigi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana menata investasi data center di dalam negeri. Termasuk untuk melihbatkan pengusaha lokal untuk pengembangannya.

Menteri Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mengatakan investasi teknologi tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga memperhatikan peluang usaha untuk pengusaha nasional dan daerah.

"Kita akan membuat satu regulasi yang win-win. Kita silakan mereka masuk, tapi juga hargai, dan bagaimana berkolaborasi dengan pengusaha nasional, pengusaha daerah di mana investasi itu akan dilakukan," kata Bahlil dikutip dari laman resmi Komdigi, Selasa (20/10/2026).

Data center membutuhkan teknologi dan modal besar. Di sisi lain, penyerapan tenaga kerjanya cukup terbatas serta operasional fasilitas membutuhkan sumber daya signifikan khususnya listrik dan air.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan masyarakat di sekitar lokasi bisa mendapatkan manfaat dari aktivitas ekonomi yang ada. Begitu juga keterlibatan pelaku usaha lokal, meskipun pemerintah tetap mempersilahkan investor asing untuk bisa berinvestasi di Indonesia.

"Investasi yang berkualitas adalah investasi yang bersinergi. Bukan hanya persoalan nilai uang," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Komdigi Meutya Hafid juga menekankan pentingnya integrasi pembangunan data center dan AI Factory. Dengan begitu pengembangan teknologi digital bisa berjalan sesuai dengan kesisapan infrastruktur pendukungnya.

"Hal-hal terkait dengan pembangunan AI Factory, termasuk data center AI Factory, itu harus dilakukan tidak lagi secara terpisah sektor per sektor, tapi dalam sebuah koordinasi yang kuat," ujar Meutya.

Meutya menambahkan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi jadi langkah strategis. Harapannya bisa menyelaraskan keburuhan infrastruktur teknologi dengan ketersediaan pasokan energi.

"Koordinasi yang kuat dengan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi penting karena di dalamnya ada ekosistem energi yang berkaitan dengan keberlangsungan pengembangan artificial intelligence," jelasnya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Data Center Ditolak di Mana-Mana, AHY Ungkap Kondisi di RI


Most Popular
Features