Banyak yang Langganan Netflix Tapi Jarang Nonton

Redaksi,  CNBC Indonesia
20 October 2026 12:30
Pemain film Zombie Abadi Nan Jaya saat ditemui di kawasan Jakarta, Kamis (23/10/2025). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)
Foto: Pemain film Zombie Abadi Nan Jaya saat ditemui di kawasan Jakarta, Kamis (23/10/2025). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah pelanggan Netflix tetap bertambah, tetapi waktu yang dihabiskan untuk menonton justru menyusut. Inilah tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan streaming tersebut saat melaporkan kinerja kuartal ketiganya, Selasa (20/10/2026). Persaingan yang makin ketat serta kebiasaan penonton yang berubah membuat raksasa layanan aliran ini harus mencari cara baru agar tetap relevan.

Berdasarkan perkiraan, pertumbuhan pendapatan Netflix pada kuartal ini menjadi yang paling lambat dalam tiga tahun terakhir. Meski perkiraan penjualan naik sekitar 11,8%, angka ini jauh di bawah laju pertumbuhan yang dicatat beberapa tahun lalu.

Tanda yang lebih mengkhawatirkan datang dari kebiasaan penonton. Riset menunjukkan rata-rata waktu menonton per anggota turun drastis. Dari 66 jam per bulan pada paruh pertama tahun 2023 menjadi hanya 49 jam pada periode yang sama tahun ini. Di Amerika Serikat, jumlah pengguna yang berhenti berlangganan naik 16,6% dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan jumlah unduhan aplikasi turun 20%.

Penyebab utamanya bukan satu hal, melainkan perubahan cara orang menikmati hiburan. Data Nielsen menunjukkan bahwa platform video pendek dan konten buatan pengguna kini mengambil porsi waktu yang makin besar.

YouTube saja hampir menyamai dua kali lipat total waktu menonton yang diraih Netflix di Amerika Serikat. Orang kini lebih banyak menghabiskan waktu menonton konten yang lebih singkat, lebih ringan, dan lebih mudah diakses tanpa harus menunggu episode baru. 

Ted Sarandos, Wakil Kepala Eksekutif Netflix, mengakui secara terbuka. "Kami tidak tumbuh secepat yang saya inginkan." Ia pun menyebutkan program siaran langsung sebagai salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk menarik kembali perhatian penonton.

Tekanan ini memicu perubahan besar di dalam perusahaan. Netflix melakukan pemangkasan jumlah tenaga kerja, langkah yang disebut pengamat sebagai bagian dari pergeseran industri menuju efisiensi dan keuntungan yang lebih tinggi. Posisi pimpinan konten juga berganti, di mana Peter Rice, mantan eksekutif Disney, ditunjuk menggantikan Bela Bajaria yang telah lama memegang jabatan tersebut.

Strategi baru pun mulai disusun. Netflix kini mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan tambahan, dengan perkiraan pendapatan iklan dapat mencapai US$ 7,5 miliar pada tahun 2029. Perusahaan juga mengamankan hak penayangan Piala Dunia FIFA 2030 di wilayah Spanyol dan Andorra, berharap agara acara olahraga besar dapat menarik penonton yang mulai berpindah ke tempat lain.

Artinya, jumlah pelanggan yang banyak tidak lagi menjamin keberlangsungan bisnis. Jika mereka tidak menonton, mereka tidak akan memperpanjang langganan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Netflix Mau PHK 1.000 Karyawan, Ternyata Ini Penyebabnya


Most Popular
Features