Ilmuwan Kaget Temukan Ular 15 Meter di Gujarat

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
20 October 2026 07:10
Vasuki indicus. (Tangkapan Layar)
Foto: Vasuki indicus. (Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah peneltiian menemukan ular raksasa berukuran hingga 50 kaki atau 15,24 meter. Temuan Vasuki indicus ini disamakan dengan ular raksasa lainnya yang pernah punah Titanoboa berukuran sekitar 13 meter.

Berdasarkan temuan dalam jurnal Scientific Reports tahun 2024, Vasuki diperkirakan berasal dari masa 47 juta tahun lalu. Para peneliti menemukan fosil dari spesies tersebut di Tambang Lignit Panandhro di Kutch, Gujarat.

Mereka menemukan dan memeriksa 27 tulang belakang fosil. Ini merupakan tulang punggung luar dengan beberapa di antaranya masih tersambung dengan susunan aslinya.

Ada juga tulang belakang yang terawetkan. Setiap ruas tulangnya dilaporkan berukuran 37,5 dan 62,7 mm serta lebar 62,4-111,4 meter.

Dari ukuran tersebut bisa diartikan bahwa Vasuki memiliki tubuh yang tebal serta bisa menopang beban yang sangat berat, dikutip dari Science Daily, Rabu (15/10/2026).

Para peneliti memperkirakan panjang Vasuki bisa mencapai 15,2 meter. Namun perhitungan ini, mereka mengatakan tidak pasti.

Sebab metode yang berbeda bisa menghasilkan perkiraan yang berbeda juga. Apalagi para ilmuwan melakukan rekonstruksi dengan tulang belakang hewan yang tidak lengkap.

Sementara itu, para peneliti juga berpendapat Vasuki bukan tipe ular yang cepat atau lincah saat berburu. Ini mengingat tubuhnya yang besar dan struktur tulang belakang yang khusus membuat Vasuki berjalan lebih lambat.

Kemungkinan Vasuki menggunakan taktik penyergapan, yang akan menunggu hingga hewan incarannya berada dalam jarak yang lebih dekat. Kemudian seperti anaconda modern dan ular piton raksasa, spesies itu melilit mangsa hingga mati.

Penelitian ini juga menunjukkan ular itu menghabiskan lebih banyak waktu di darat dan lingkungan rawa dangkal. Situs tempat fosil ditemukan ternyata berisi lahan basah dan rawa, cocok dengan habitat hewan predator berbadan besar.

Science Daily mencatat temuan ular berukuran besar ini didukung oleh era kehidupannya. Selama Eosen Tengah, tempat tinggal Vasuki berada dalam kondisi tropis dengan suhu berkisar 28 derajat Celcius.

Di sisi lain, ular adalah hewan ektotermik, yakni bergantung pada sumber panas eksternal untuk mengatur suhu tubuhnya. Dengan tempat tinggal bersuhu hangat bisa mendukung aktivitas, pencernaan hingga ukuran tumbuh yang membesar dari para reptil.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanda Kiamat di Bumi Makin Dekat, Tandanya Sudah Muncul di Laut


Most Popular
Features