Ada Kode Tersembunyi di Teks Buatan ChatGPT, Claude, dan Gemini
Jakarta, CNBC Indonesia - Jangan sembarangan untuk menyalin teks kreasi AI. Pasalnya, beberapa model chatbot kini dibekali kode berupa watermark tak terlihat untuk mengenali produk AI.
Undang-undang AI Uni Eropa mewajibkan teks yang dihasilkan AI memiliki identifikasi khusus. Dalam hal ini menyisipkan tanda air ke dalam teksnya.
Anthropic telah menerapkannya pada Claude awal tahun ini. Tak terbatas untuk Eropa, fitur diluncurkan juga secara global.
OpenAI juga membuat keputusan yang sama. Namun berbeda dengan Anthropic, ChatGPT dan Codex hanya menyediakan watermark tak terlihat untuk pengguna yang tinggal di Uni Eropa saja.
"Dalam beberapa minggu ke depan, kami menambahkan tanda air tidak terlihat dari teks ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di Uni Eropa," kata OpenAI dalam pengumumannya awal bulan ini, dikutip dari Tech Radar, Rabu (14/10/2026).
OpenAI menggunakan sistem bernama textGrain untuk menghasilkan identitas itu. Sistem akan menambahkan sinyal statistik tidak terlihat pada pilihan yang dihasilkan model AI.
Tech Radar mencatat butuh alat khusus untuk melakukan deteksi. Sayangnya, alat ini belum tersedia untuk umum.
Sejauh ini, OpenAI baru menyediakan akses detektor pada sejumlah pihak dari peneliti serta organisasi ahli. Mereka harus mengajukan permohonan untuk bisa mengaksesnya.
Meski begitu OpenAI juga menyebutkan detektor rentan akan kesalahan. Bahkan, memiliki celah untuk sulit mendeteksi teks pendek atau terbatas, begitu juga saat teks diedit.
Perusahaan menambahkan tidak akan mempublikasikan alat saat peluncuran. Sebab adanya risiko kesalahan saat melakukan deteksi.
"Alat itu tidak akan mendeteksi pengguna atau membuka prompt yang digunakan atau percakapan," jelas OpenAI.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]