Hati-Hati Isi 'Saya Bukan Robot', Isi Rekening Bisa Terkuras

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
18 October 2026 21:00
Peta Baru Sumber Kejahatan Siber Dunia, Ini Daftar Negaranya
Foto: Ilustrasi/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sistem keamanan 'Saya bukan robot' biasanya digunakan saat mengisi data melalui online. Tahapan ini dilakukan sebagai cara mengamankan dari serangan atau memastikan pengguna yang masuk benar-benar manusia bukan robot.

Ternyata muncul penipuan yang memanfaatkan sistem keamanan ini. Korban yang merupakan pengguna PC Windows akan mengklik iklan web berbahaya.

Ternyata iklan akan mengarahkan pada laman Captcha palsu dan pesan kesalahan Chrome palsu. Tanpa sadar pengguna akan mengunduh malware berbahaya bernama stealer.

"Para penjahat membeli beberapa slot iklan, dan jika pengguna melihat iklan ini lalu mengekliknya, mereka akan diarahkan ke website berbahaya. Modus baru ini melibatkan jaringan distribusi yang diperluas secara signifikan dan pengenalan skenario serangan baru yang menjangkau lebih banyak korban," kata Vasily Kolesnikov, Pakar Keamanan di Kaspersky, dikutip dari keterangan tertulis di website resminya.

"Sekarang pengguna dapat ditipu oleh perintah Captcha palsu atau pesan kesalahan halaman web Chrome, sehingga menjadi korban pencurian. Pengguna korporat dan individu harus berhati-hati dan berpikir kritis sebelum mengikuti perintah mencurigakan yang mereka lihat secara daring," imbuhnya.

Saat tombol 'Saya bukan robot' akhirnya diklik korban, skrip berbahaya akan disalip ke clipborad dan pengguna diminta menempelnya ke terminal. Kemudian akan meluncurkan trojam seperti Lumma stealer.

Malware yang sebelumnya menyasar ke gamer didesain untuk mencuri informasi sensitif, dari aset kripto, cookie, dan data pengelola password. Selain itu juga bisa mendapatkan tangkapan layar, kredensial layanan akses jarak jauh dan mengontrol perangkat korban dengan mengunduh alat akses jarak jauh.

Telemetri Kaspersky mencatat lebih dari 140 ribu insiden iklan berbahaya pada September hingga Oktober 2024. Lebih dari 20 ribu pengguna berhasil dialihkan ke laman palsu berbahaya.

Untuk tetap aman, para ahli menyarankan menghindari mengikuti perintah mencurigakan di browser. Apalagi saat mengklik iklan di suatau website.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Situs Pre-order iPhone Duo Palsu Mengintai, Curi Data hingga Dompet


Most Popular
Features