Jualan HP Lagi Susah, Merek Ini Perkasa Jadi Raja HP Terbaru 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Firma riset IDC melaporkan pengiriman smartphone global selama kuartal III-2026 merosot hingga 22% menjadi 255,3 juta unit. Ini menjadi penurunan terdalam yang dipicu oleh krisis memori akibat lonjakan kebutuhan teknologi AI sejak akhir tahun lalu.
Sayangnya, penurunan ini diproyeksikan belum berakhir di kuartal III. Direktur Riset Senior Perangkat Global IDC, Nabila Popal, menjelaskan bahwa pasar belum menyentuh titik terendahnya dan kondisi yang lebih buruk berpotensi terjadi di masa depan.
"Indikator saat ini menunjukkan pasar belum mencapai titik terendah. Biaya memori melonjak hingga 350% sejak tahun lalu dan masih terus meningkat. Kondisi ini menciptakan tekanan besar pada margin vendor serta volume pengiriman," jelasnya, dikutip dari laman resmi IDC, Sabtu (17/10/2026).
Pertumbuhan industri smartphone diperkirakan masih akan terhambat hingga 2027, dengan pemulihan paling lambat baru terjadi pada 2028.
para Original Equipment Manufacturer (OEM) menyadari bahwa mereka harus beradaptasi dengan perubahan struktural permanen dalam dinamika biaya industri. Di sisi lain, periode disrupsi ini juga membuka peluang bagi munculnya para pemenang baru di pasar.
Sementara itu, lima vendor smartphone teratas dalam hal volume pengiriman di kuartal III kompak mencatatkan penurunan secara tahunan (year-on-year).
Di peringkat pertama, Samsung memimpin dengan pengiriman 57,8 juta unit dan menguasai pangsa pasar 22,6%. Angka ini turun -5,8% dibandingkan kuartal III tahun sebelumnya yang mencatatkan pengiriman 61,4 juta unit dengan pangsa pasar 18,7%.
Apple menempel ketat di urutan kedua dengan penurunan sebesar -4%. Volume pengiriman Apple pada kuartal III-2026 mencapai 57,3 juta unit, turun dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 59,7 juta unit. Kendati demikian, pangsa pasar Apple naik menjadi 22,4% dibanding Q3-2025 yang sebesar 18,2%.
Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pengiriman 30,7 juta unit, terkoreksi tajam -29,2%. Posisi keempat ditempati Oppo yang mengirimkan 25,6 juta unit (-34,5%), disusul Vivo di posisi kelima dengan pengiriman 19,1 juta unit (-31,5%).
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]