FBI Bongkar Markas Teknologi Milik Korea Utara di AS

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
16 October 2026 19:05
Ilustrasi peretasan jaringan internet
Foto: CNBC

Jakarta, CNBC Indonesia - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) membongkar jaringan laptop farm atau ladang laptop di Texas yang membantu pekerja teknologi informasi (IT) Korea Utara menyusup ke sistem perusahaan AS. Mereka diduga menggunakan identitas warga Amerika yang dicuri atau dipalsukan.

Dalam operasi bertajuk Operation Lonestar Roundup, FBI menggeledah lebih dari 40 rumah di Texas dan menyita 187 laptop serta perangkat KVM (keyboard, video, mouse). Sekitar 100 perangkat di antaranya disita di Texas Utara.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pekerja IT Korea Utara menggunakan dokumen identitas palsu, VPN, dan jaringan proxy untuk menyamar seolah-olah bekerja dari AS. Mereka dibantu fasilitator lokal yang menerima dan mengatur laptop milik perusahaan korban, memasang perangkat lunak akses jarak jauh, serta mentransfer penghasilan ke rekening yang dikendalikan Korea Utara.

Otoritas AS menyebut skema tersebut menghasilkan uang untuk rezim Korea Utara, termasuk mendukung program persenjataan yang terkena sanksi internasional.

"Setiap laptop yang disita berpotensi mewakili satu perusahaan yang telah mempekerjakan pekerja IT Korea Utara," kata Kepala Kantor Lapangan FBI Dallas R. Joseph Rothrock dikutip dari keterangan resmi Departemen Kehakiman AS, Jumat (16/10/2026).

Perusahaan keamanan siber CrowdStrike mengidentifikasi kelompok pekerja IT Korea Utara dan para pembantunya sebagai "Famous Chollima". Penyelidik juga menemukan bahwa para pelaku diduga menggunakan jaringan akun Google palsu untuk menjalankan aktivitas ilegal tersebut.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Data Pegawainya Dibobol, Bos FBI Cuma Bisa Lempar Ancaman Kosong


Most Popular
Features