SM+ Akuisisi Bisnis Data Center Enterprise Milik PDG di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - PT SMPlus Digital Investama (SM+),telah menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis data center enterprise milik Princeton Digital Group(PDG) di Indonesia.
Bisnis yang diakuisisi mencakup lima fasilitas data center operasional berkualitas tinggi yang berlokasi di berbagai kotautama Indonesia, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru.
President Director & Group CEO SM+ Holdings,Herson Suindah mengatakan, akuisisi ini merupakan langkah penting dalam strategi SM+ untuk memperkuat dan memperluas platform infrastrukturdigital di Indonesia, sebuah pasar yang sedang mengalami pertumbuhan pesat dalam konsumsi data, adopsi cloud, sertatransformasi digital korporasi. Melalui transaksi ini, SM+ akan mengoperasikan total 31 fasilitas yang tersebar di 25 kotadi Indonesia.
"Akuisisi ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan kami membangun platform infrastruktur digital nasionalterdepan di Indonesia. Dengan bertambahnya lima fasilitas di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru, kamimemperluas jangkauan nasional serta memperkuat kemampuan kami dalam melayani pelanggan seiring komitmen kamiuntuk terus mendukung ekonomi digital Indonesia," jelas Herson dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Herson menuturkan, dengan mengintegrasikan bisnis yang baru diakuisisi ke dalam platform yang sudah ada, SM+dapat meningkatkan kualitas layanan, mendukung peluang pertumbuhan di masa depan, serta terus mendorong transformasi digital Indonesia melalui penyediaan infrastruktur digital yang andal dan dapat ditingkatkan skalanya(scalable).
Sementara itu, Chief Operating Officer and Co-Founder Princeton Digital Group, Varoon Raghavan mengatakan Indonesia merupakan pasar kunci bagi PDG sejak 2019.
"Kami mengakuisisi fasilitas kelas enterprise ini sebagai bagian dari strategi 'enter-and-expand' dalam memasuki pasar, dan sejak saat itu telah mengembangkan portofolio data center hyperscale sekitar 400 MW di negara ini. Fokus kami akan tetap berpusat pada pengembangan portofolio hyperscale tersebut (termasuk kampus JC2, JC3, dan JC4, dengan ekspansi lebih lanjut yang sedang berjalan) serta memperkuat posisi kepemimpinan kami di Indonesia," ungkap dia.
Sekadar informasi, transaksi ini masih pada tahap pemenuhan syarat-syarat penutupan transaksi yang berlaku umum (customary closing conditions). Di mana UBS AG Singapore Branch (UBS) bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi SM+ dalam transaksi ini.