Mimpi Trump Punya Kubah Emas Pupus
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana ambisius Presiden Donald Trump untuk membangun "Kubah Emas", sistem pertahanan udara dan rudal canggih yang ia banggakan, kini tampak mustahil terwujud. Pasalnya, partai oposisi Trump diprediksi akan mengambil alih mayoritas di Kongres AS.Â
Jika Partai Demokrat menguasai kongres, mereka dipastikan akan menolak usulan anggaran raksasa yang diajukan sehingga memotong dana yang diharapkan menjadi fondasi proyek Golden Dome impian Trump, dikutip dari Politico, Jumat (16/10/2026).
Trump berambisi untuk menghabiskan US$ 1,5 triliun untuk pertahanan. Dana senilai US$ 350 miliar dari anggaran tersebut, termasuk pendanaan untuk Golden Dome, dianggarkan secara terpisah. Partai Demokrat berkomitmen untuk memblokir anggaran terpisah itu, dengan dukungan beberapa anggota dewan dari Partai Republik yang dipimpin Trump.
Selama kampanye dan masa jabatannya, Trump berulang kali menyampaikan visi menjadikan Amerika Serikat kekuatan militer tak tertandingi di angkasa dan di darat. Ia menyebut sistem pertahanan baru itu sebagai "kubah emas" - pelindung yang tak dapat ditembus musuh, mampu menangkis serangan dari mana pun dengan teknologi terkini. Proyek ini diperkirakan menelan biaya ratusan miliar dolar AS.
Namun kenyataan di Kongres berjalan jauh berbeda. Anggota dewan dari kedua partai menilai usulan anggaran tersebut terlalu besar, tidak realistis, dan belum disertai perhitungan yang matang. Dana yang disetujui akhirnya jauh di bawah permintaan, sehingga rencana pembangunan sistem pertahanan berskala besar itu terpaksa dibatalkan atau ditunda tanpa batas waktu.
Bukan hanya proyek ambisius Trump yang terancam tak punya anggaran. Tanpa persetujuan anggaran dari Kongres AS, upaya militer AS membangun kembali stok amunisi yang kosong karena habis digunakan di perang Iran juga terancam.
Di tengah krisis ini, Gedung Putih menyatakan tidak menyiapkan langkah alternatif untuk memastikan program pertahanan tetap berjalan tanpa anggaran baru dari Kongres.
Golden Dome merupakan proyek besar pemerintahan Trump yang diumumkan pada awal 2025. Melalui perintah eksekutif, Trump mendorong pembangunan "perisai" luar angkasa yang mampu menghadang rudal dan drone sejak fase awal peluncuran.
Sejumlah analis menyebut sistem pertahanan ruang angkasa seperti ini sudah dicoba sejak era Ronald Reagan dan tidak pernah terealisasi. Biayanya pun diperkirakan sangat besar, bahkan bisa mencapai US$3,6 triliun hingga 2045.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]