Niat Cari Tempat Kemping, Temukan Harta Karun Ratusan Juta Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada 2024 Seorang pria bernama Joel Lapointe ingin mencari tempat kemah di wilayah Cote-Nord, Quebec, Kanada menggunakan Google Maps. Di tengah misi pencarian itu, dia menemukan sebuah lubang mencurigakan yang ternyata sebuah kawah meteor berusia 390 juta tahun.
Temuan itu membuat Gordon Osinski yang merupakan seorang profesor geologi planet di Western University dan ahli geologi dari Pusat Penelitian dan Pengajaran Geosains Lingkungan Eropa Jerome Gattacceca terbang menuju Kanada.
Ternyata menuju ke lokasi bukanlah sesuatu yang mudah. Termasuk harus menghadapi medan yang terjal dan ditumbuhi semak belukar.
"Ini jadi salah satu ekspedisi lapangan tersulit yang pernah dilakukan," kata Osinski, dikutip dari CBC, Rabu (14/10/2026).
Dalam perjalanannya, mereka juga menemukan tebing besar yang kemungkinan batuan lelehan karena tumbukan.
Kawah yang ditemukan itu memiliki 25 kilometer. Dibandingkan dari 200 kawah yang telah diketahui, Osinski menjelaskan temuan di Kanada jadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, ekspedisi juga bertujuan mengidentifikasi kerucut pecah yang berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian. Ini adalah jejak yang tertinggal dari batuan karena gelombang kejut yang hanya ada di kawah tumbukan atau lokasi uji coba bom nuklir.
Keduanya mengumpulkan sampel untuk menyelidiki temuan tersebut. Selain itu, identifikasi batuan selama tumbukan.
Dari hasil penyelidikan disimpulkan usia kawah mencapai 390 juta tahun. Menurut Gattacceca, usia itu relatif rata-rata dalam geologi.
Temuan itu menurutnya mengajarkan Bumi masih menyimpan banyak rahasia yang bisa membuat takjub meski sudah banyak yang dipelajari.
"Temuan ini jadi pelajaran indah bahwa planet kita, meski telah banyak dipelahari, masih menyimpan kejutan indah dan membuat takjub," kata Gattacceca.