Ratusan Supermarket Tumbang Serentak Dihantam Petaka Tiba-Tiba

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
13 October 2026 19:10
Ilustrasi supermarket di Amerika Serikat. (AP Photo/Andres Kudacki)
Foto: Ilustrasi supermarket di Amerika Serikat. (AP Photo/Andres Kudacki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ratusan supermarket di Prancis lumpuh setelah menjadi sasaran peretasan yang disebut oleh Kantor Kejaksaan Paris sebagai serangan berskala besar. Peretasan tersebut membuat lemari es dan freezer pendingin di toko-toko mendadak panas hingga mencapai suhu 50 derajat Celsius.

"Serangan berskala besar telah memengaruhi lemari pendingin terhubung (connected refrigeration systems) di sejumlah pengecer makanan besar di seluruh Prancis," kata Kantor Kejaksaan Paris, dikutip dari Reuters, Selasa (13/10/2026).

Salah satu korbannya adalah Carrefour yang menyebutkan sebanyak 80 supermarket miliknya terdampak serangan. Sementara itu, Monoprix melaporkan sekitar 5% dari total 490 tokonya di Prancis turut terkena imbas peretasan tersebut.

Pemilik peritel Intermarché, Les Mousquetaires, mengonfirmasi bahwa kulkas pendingin di 150 tokonya mendadak melonjak panas hingga 50 derajat Celsius. Kejadian ini berlangsung hingga enam jam dan memaksa pengelola untuk membuang seluruh bahan makanan di dalamnya.

Sejauh ini belum ada perkiraan pasti terkait total kerugian akibat serangan tersebut. Namun, CEO Intermarché Thierry Cotillard memperkirakan potensi kerugian ritel di Prancis dapat menyentuh angka puluhan juta euro hanya dalam kurun waktu sehari.

Dampak serangan siber ini ternyata tidak hanya berhenti di Prancis. Analis senior intelijen ancaman siber dari Sekoia Threat Detection and Research mengungkapkan bahwa indikasi dampak peretasan serupa juga terdeteksi di Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman, dan Belgia.

Penyelidikan intensif tengah dilakukan pasca-insiden tersebut. Seorang sumber menyebutkan bahwa Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu telah menginstruksikan Badan Keamanan Siber Nasional (ANSSI) untuk memimpin penyelidikan.

Selain itu, koordinasi lintas negara juga mulai dilakukan bersama mitra keamanan di Eropa mengingat cakupan dampaknya yang meluas ke berbagai negara tetangga.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Rekening Bisa Ludes Dalam Hitungan Detik, Waspada Virus Jenis Baru


Most Popular
Features