Warga Ogah Beli HP Baru, Nasib Pedagang Memprihatinkan

Redaksi,  CNBC Indonesia
13 October 2026 13:25
Jasa Service HP. (CNBC Indonesia/Novina)
Foto: Jasa Service HP. (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengiriman ponsel pintar (smartphone) secara global merosot tajam hingga 20% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal III-2026. Capaian ini menjadi level terendah untuk periode kuartal ketiga sejak tahun 2012 silam.

Berdasarkan laporan terbaru dari Counterpoint Research, keterpurukan industri ini dipicu lonjakan biaya chip memori serta krisis kelangkaan pasokan komponen yang kian menghimpit para produsen ponsel.

Lonjakan harga komponen memori terjadi akibat tingginya permintaan dari proyek-proyek infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang memborong pasokan chip di pasar global.

Dampaknya, biaya produksi membengkak dan memaksa produsen mengambil langkah drastis, yakni menaikkan harga eceran, memangkas volume pengiriman, serta mengalihkan fokus pada profitabilitas ketimbang mengejar volume penjualan.

"Konsumen kini menahan diri dan memakai perangkat mereka lebih lama dari perkiraan. Banyak yang mulai melirik ponsel bekas (refurbished) atau sekalian memilih perangkat kelas atas (higher-value)," ujar Analis Senior Counterpoint, Shilpi Jain, dikutip dari Reuters, Selasa (13/10/2026).

Samsung Masih Jadi Raja HP Dunia

Pengiriman HP global Q3 2026. (Dok. Counterpoint)Pengiriman HP global Q3 2026. (Dok. Counterpoint) Foto: Pengiriman HP global Q3 2026. (Dok. Counterpoint)

Di tengah tekanan industri, Samsung berhasil mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar dengan pangsa market sebesar 23%. Kinerja raksasa asal Korea Selatan ini ditopang oleh tingginya permintaan untuk seri lipat flagship Galaxy Z Fold8 serta pasokan komponen yang relatif stabil pada segmen kelas menengah (mid-range). Meski begitu, volume pengiriman Samsung tetap terkoreksi 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Apple mengekor di posisi kedua dengan mengamankan 22% pangsa pasar. Ini menjadi rekor pertama kalinya bagi Apple menembus pangsa pasar di atas 20% pada periode kuartal ketiga, meskipun secara total volume pengirimannya juga mengalami penurunan.

Counterpoint mencatat, absennya model iPhone 18 varian standar di pasar membuat pasokan awal (channel fill) pada bulan peluncuran menjadi lebih terbatas jika dibandingkan dengan jajaran lengkap iPhone 17 pada tahun lalu.

Di sisi lain, deretan produsen smartphone asal China harus menelan pil pahit. OPPO dan vivo mencatatkan anjloknya pengiriman hingga lebih dari 20%.

Kondisi tak kalah berat dialami Xiaomi yang mencatatkan penurunan pengiriman lebih dari 30%. Alhasil, pangsa pasar Xiaomi menyusut menjadi 10%. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan secara sengaja mengurangi porsi produksi pada segmen ponsel murah (entry-level) dan memangkas ekspansi di beberapa pasar luar negeri demi menjaga marjin keuntungan.

Awan Kelabu hingga Akhir Tahun

Lembaga riset tersebut memproyeksikan tekanan pada industri smartphone belum akan mereda dalam waktu dekat.

"Prospek hingga akhir tahun 2026 masih penuh tantangan," tulis Counterpoint dalam laporannya.

"Pemangkasan volume produksi, penyederhanaan portofolio produk, serta fokus yang lebih dominan ke perangkat premium diperkirakan bakal terus berlanjut. Sementara segmen pasar yang sensitif terhadap harga akan semakin tertekan oleh mahalnya harga perangkat dan terbatasnya pasokan komponen," tutup riset tersebut.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai-Ramai Tinggalkan China, Pabrik HP Kompak Pindah ke Sini


Most Popular
Features