Menkomdigi Bilang AI Sudah Kebablasan, Ungkap Rencana RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pihak mulai menyuarakan kekhawatiran soal AI. Termasuk banyak bos perusahaan besar yang menyebut laju pertumbuhan AI harus diperlambat.
Menanggapi itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan AI telah dinilai kebablasan dan harus digunakan secara hati-hati. Inovasi harus dilakukan berdasarkan keselamatan.
"Tapi bagaimana melakukan safety by design untuk AI dengan lebih hati-hati dan itu pasti memakan waktu. Jadi yang ada bukan perlambatan, tapi yang sekarang itu bablas," kata Meutya, Rabu malam (7/10/2026).
Berbagai pihak mengatakan telah menyampaikan kekhawatiran soal AI di PBB. Dia menyampaikan perlu ada proses mitigasi yang cukup dalam teknologi baru yang begitu canggih.
|
Pilihan Redaksi
|
"Sehingga kita memang menyampaikan bahwa kita memerlukan waktu yang memang sepantasnya terhadap sebuah teknologi baru yang begitu canggih, tidak boleh dilakukan tanpa proses mitigasi yang cukup," jelasnya.
Kekhawatiran soal AI disuarakan oleh CEO Anthropic Dario Amodei. Dia menegaskan perkembangan AI terlalu cepat dan bisa meningkatkan risiko.
Menurutnya AI terus menunjukkan kemampuan mandiri dalam menciptakan generasi AI berikutnya yang lebih canggih.
Kepala Kebijakan Global OpenAI, Cris Lehane mengatakan telah bekerja sama dengan kompetitor utamanya seperti Anthropic dan Alphabet membahas standa keamanan AI. Diskusi juga telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Sam Altman selaku bos OpenAI juga telah mengingatkan bahaya serupa sejak 2015. Melalui esainya berjudul "Machine Intelligence, Part 1" mengingatkan ancaman terbesar teknologi ini saat kecerdasan mesin telah melampaui kapasitas kontrol manusia.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]