Matahari Buatan China Makin Dekat dengan Kenyataan, Bersinar 2027

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
07 October 2026 20:20
In this photo released by China's official Xinhua news agency, a scientist debugs the Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) in the Institute of Plasma Physics of Chinese Academy of Sciences in Hefei, east China, on Thursday September 2
Foto: AP/CHENG LI

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek matahari buatan China memasuki tahap baru. Pembangunan fasilitas Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST) di Hefei, Provinsi Anhui, kini mulai masuk masa perakitan komponen utama dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Fasilitas BEST yang dirancang untuk mensimulasikan reaksi fusi nuklir seperti yang terjadi di Matahari telah resmi diserahterimakan dan mulai digunakan.

Saat ini, mesin utama BEST memasuki tahap kritis yang disebut four-layer nested assembly. Proses ini dilakukan dengan memasang sejumlah lapisan utama secara bertahap, mulai dari vacuum vessel, pelindung panas, hingga magnet medan toroidal.

Vacuum vessel berfungsi sebagai ruang tempat reaksi fusi berlangsung. Sementara itu, thermal shield bertugas menghambat panas, sedangkan magnet menghasilkan medan magnet sangat kuat untuk menahan plasma bersuhu tinggi agar tidak menyentuh dinding ruang reaksi.

Sejak Juli 2026, sejumlah komponen inti BEST telah tiba di lokasi. Proses perakitan juga terus berjalan dan saat ini telah mencapai lebih dari setengah pekerjaan.

China menargetkan seluruh pembangunan BEST selesai pada akhir 2027. Setelah itu, demonstrasi pembangkitan listrik melalui fusi deuterium-tritium dijadwalkan berlangsung sekitar 2030, demikian dikutip dari Global Times, Senin (5/10/2026).

Eksperimen tersebut akan mencoba meniru prinsip Matahari yang menghasilkan cahaya dan panas melalui fusi nuklir di Bumi. China berharap proyek ini dapat membuktikan kelayakan pembangkitan listrik komersial menggunakan energi fusi.

Kemajuan tersebut melanjutkan ambisi China untuk membawa teknologi fusi nuklir dari tahap penelitian menuju penggunaan skala besar. Pada Januari 2025, proyek matahari buatan China berhasil mempertahankan plasma bersuhu 100 juta derajat Celsius selama 1.066 detik, yang saat itu menjadi rekor dunia.

China juga terus mengembangkan Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), yang berulang kali mencetak rekor dalam eksperimen fusi nuklir.

Jika rampung sesuai jadwal, BEST diperkirakan menjadi fasilitas pertama yang mendemonstrasikan pembangkitan listrik dari energi fusi dalam sejarah, menurut Xinhua News Agency.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article China Tanam Turbin Raksasa di Laut, Sekali Putar Pasok Listrik 9 Hari


Most Popular
Features