Jangankan Manusia, AI Perempuan Gajinya Lebih Kecil dari Laki-laki
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketimpangan yang sudah lama terjadi di dunia kerja ternyata menular ke ranah canggih. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asisten AI yang tampak seperti perempuan menerima penghasilan lebih rendah dibandingkan yang tampak seperti laki-laki. Keduanya padahal menggunakan teknologi yang sama persis, dikutip dari laporan The Irish Times, Selasa (6/10/2026).
Peneliti dari Universitas Limerick menempatkan 189 pekerja di kantor virtual. Mereka diminta untuk menyelesaikan tugas bersama asisten kecerdasan buatan yang tampak berwujud laki-laki bernama Johan dan asisten AI yang tampak perempuan bernama Johanna. Peserta diberi uang sungguhan untuk dibagi antara dirinya dan asisten tersebut sebagai bentuk upah atas pekerjaan yang telah diselesaikan.
Hasilnya, Johanna yang tampak perempuan menerima upah 10,25 persen lebih rendah dibandingkan Johan yang tampak laki-laki. Padahal kemampuan, kecepatan, serta kinerja keduanya identik. Peserta juga menganggap Johan lebih menyerupai manusia dibandingkan Johanna.
Peneliti menyimpulkan bahwa prasangka yang ada di dunia nyata tanpa disadari dibawa ke interaksi dengan sistem AI.
"Hal yang mencolok adalah teknologi di baliknya sama persis, tetapi orang tidak memperlakukan mereka sama. Kita sering menganggap kecerdasan buatan itu netral, tetapi cara kita merancang dan menampilkannya justru mengaktifkan asumsi dan prasangka yang sama seperti saat berinteraksi dengan sesama manusia," ujar Mary Hausfeld, salah satu peneliti.
Peserta menyatakan tidak memiliki keberpihakan baik pada sosok laki-laki maupun perempuan, tetapi tindakan mereka menunjukkan sebaliknya. Hal ini menjadi peringatan bahwa ketidakadilan tidak hilang begitu saja karena sistemnya berupa mesin. Jika tidak dirancang dengan cermat, kecerdasan buatan justru dapat memperkuat pola yang tidak adil yang sudah ada.
"Ketika asisten kecerdasan buatan makin banyak digunakan di tempat kerja, kita perlu berhati-hati dalam menentukan ciri apa yang diberikan kepada mereka. Kita tidak ingin tanpa sengaja melestarikan ketimpangan di lingkungan teknologi yang baru," tambahnya.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]