Lowongan Buka Besar-besaran Buat Karyawan Latih AI Penggantinya

Redaksi,  CNBC Indonesia
05 October 2026 16:20
FILE PHOTO: FILE PHOTO: Anthropic logo is seen in this illustration taken May 20, 2024. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo/File Photo
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan pengembang kecerdasan buatan Anthropic menyiapkan dana sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1.500 miliar untuk melatih puluhan ribu tenaga ahli yang mampu mengelola dan mengembangkan sistem kecerdasan buatan di lingkungan kerja nyata. Langkah ini diambil karena permintaan tenaga terampil yang melonjak tajam di seluruh dunia, dikutip dari laporan CNBC International, Senin (5/10/2026).

Program yang diberi nama Claude Frontier Academy ini bertujuan melatih 10.000 insinyur hingga akhir tahun 2027. Para peserta berasal dari perusahaan mitra Anthropic, antara lain Accenture, Morgan Stanley, dan Novo Nordisk. Mereka akan belajar cara menerapkan AI tingkat lanjut secara aman dan efektif di dalam operasi bisnis masing-masing.

Pelatihan ini tidak sekadar mempelajari cara menggunakan alat AI. Kurikulumnya dirancang agar peserta mampu membangun dan mengelola sistem kecerdasan buatan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, sekaligus memahami risiko dan batasan yang harus dijaga.

Metodenya mengikuti pola pendidikan kedokteran yaitu peserta berlatih langsung pada kasus nyata, dibimbing pengajar, dan dinilai sebelum mendapat sertifikasi resmi.

Shambhavi Shambhavi, pimpinan strategi kemitraan di Anthropic, menyatakan bahwa banyak perusahaan sudah ingin memakai AI, tetapi belum memiliki orang yang tepat untuk melakukannya.

"Kami mendengar langsung dari mitra bahwa mereka membutuhkan orang yang memahami dunia bisnis sekaligus menguasai teknologi kecerdasan buatan tingkat tertinggi untuk menyelesaikan masalah yang sesungguhnya," ujarnya.

Langkah ini dilakukan saat Anthropic bersiap melantai di bursa saham yang diperkirakan bernilai raksasa. Perusahaan mencatat pendapatan hampir US$ 4,6 miliar tahun lalu, namun juga mencatat kerugian operasional lebih dari US$ 8 miliar.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Google Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan, Ini Penggantinya


Most Popular
Features