Alasan Bogor Hujan Terus Tapi Jakarta Belum Menurut Peneliti BRIN
Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan sudah mulai mengguyur sejumlah wilayah Indonesia. Namun, musim hujan belum terjadi secara merata karena sebagian daerah masih mengalami pola hujan yang sporadis dan dipengaruhi kondisi lokal.
Peneliti Senior Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengatakan berdasarkan data yang saat ini dianalisis, sebagian besar wilayah Sumatra, terutama bagian utara ekuator, sudah memasuki musim hujan. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
"Intinya di utara ekuator itu sudah masuk musim hujan, tapi untuk di selatan ekuator itu beragam," kata Erma kepada CNBC Indonesia dalam sambungan telepon, dikutip Senin (5/10/2026).
Erma mencontohkan Lampung dan Sumatra Selatan yang sebagian wilayahnya sudah memasuki musim hujan, sedangkan wilayah lainnya masih belum.
"Sebagian dari Lampung dan Palembang, Sumsel itu sebagian masuk musim hujan, tapi untuk yang di selatannya, bagian selatannya itu belum. Jadi separuh lah ya, bagian selatan itu separuh, Sumsel itu separuh," ujarnya.
Kondisi serupa terlihat di Pulau Jawa. Erma mengatakan Bogor dan sejumlah wilayah di sekitarnya sudah menunjukkan hujan harian yang mulai konsisten. Namun, kondisi tersebut belum terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat maupun Jabodetabek.
"Jawa ini unik karena berdasarkan data yang ada dan juga prediksinya, itu menunjukkan kalau musim hujan yang terjadi, karena ada hujan harian yang sudah konsisten, mulai konsisten di beberapa wilayah yang dekat dengan gunung ya, seperti di Bogor dan sekitarnya," jelas Erma.
Menurut dia, Bogor menjadi pengecualian karena hujan di wilayah tersebut sangat dipengaruhi kondisi lokal dan keberadaan pegunungan. Gunung Salak dan Gunung Gede berperan dalam mendukung pembentukan awan dan hujan di kawasan selatan Jawa Barat.
"Musim hujannya ini sebenarnya hanya terjadi di wilayah Bogor, kalau secara konsisten, tapi untuk wilayah lain seperti Jakarta, Tangerang, Depok itu belum. Jadi unik memang hanya di Bogor saja yang sudah masuk musim hujan," ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, hujan dari wilayah selatan Jawa Barat terkadang meluas ke wilayah utara, termasuk Jakarta. Namun, menurut Erma, kondisi tersebut belum menunjukkan bahwa wilayah Jabodetabek secara keseluruhan sudah memasuki musim hujan.
"Kadang-kadang hujan ini meluas ke utara, kadang-kadang Jakarta pun ikut hujan dan seterusnya. Itu efek dari selatan sebenarnya kalau kita melihat dari konsistensi musim hujannya," ujar Erma.
"Jadi sebenarnya di luar, tadi ya kalau kita bicara Jabodetabek, hanya Bogor saja yang sudah mengalami musim hujan, tapi di wilayah lain itu belum," imbuhnya
Selain Bogor, Bandung juga mulai mengalami musim hujan. Namun, pola hujan di wilayah tersebut juga sangat dipengaruhi kondisi pegunungan sehingga distribusinya tidak merata.
"Hujannya sangat tidak merata, sangat-sangat sporadis sifatnya ya, atau episodik gitu ya kalau bahasa ininya, hanya sesaat saja," jelasnya.
Erma menegaskan masuknya musim hujan di sejumlah daerah belum berarti hujan akan terus turun secara konsisten hingga akhir tahun. Ada periode monsoon break yang diperkirakan terjadi mulai pertengahan Oktober hingga akhir November.
"Nanti akan ada masa monsoon break, masuk bulan pertengahan sampai November ya, pertengahan Oktober sampai akhir November, masuk monsoon break. Jadi seakan-akan kayak kemarau lagi, nggak ada hujan lagi, hujannya berkurang lagi tuh daerah-daerah tersebut," tuturnya.
Karena itu, Erma menyebut hujan yang terjadi saat ini belum sepenuhnya konsisten, meskipun secara kategori dan kriteria sudah masuk musim hujan
Untuk Pulau Jawa, musim hujan yang lebih merata baru diperkirakan mulai terjadi pada Desember. Jawa Tengah dan Jawa Timur, kata Erma, hingga saat ini masih belum memasuki musim hujan secara luas.
"Mulainya secara merata hujan ini, kalau di Pulau Jawa itu bulan Desember, ini perlu dipahami. Karena untuk hampir seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur itu belum masuk, jadi hanya ini pengecualian case Jawa Barat," pungkasnya.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]