Warga Ramai-Ramai Tolak Data Center Malah Disebut Antek Asing

Redaksi,  CNBC Indonesia
05 October 2026 21:00
Ilustrasi Data Center. (Dok. Pexels)
Foto: Ilustrasi Data Center. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi Amazon justru menuduh pihak yang menolak pembangunan pusat data atau data center sebagai penyebar informasi palsu yang didalangi kekuatan luar. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pimpinan tertinggi layanan awan perusahaan, Matt Garman, di tengah gelombang penolakan masyarakat yang semakin meluas.

Dalam tulisan terbuka yang panjangnya hampir 3.000 kata, Garman meminta agar masyarakat untuk menerima pembangunan data center besar-besaran dengan alasan Amerika Serikat tidak boleh kalah dalam perlombaan kecerdasan buatan atau AI.

Ia menyamakan proyek ini dengan pembangunan jaringan jalan raya nasional yang dulu menggerakkan perekonomian. Namun di bagian lain, ia menuduh bahwa narasi yang tidak mendukung pembangunan tersebut sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bersahabat.

"Di era media sosial dan berita 24 jam, dongeng menyebar lebih cepat daripada kenyataan. Pihak lawan kita secara sengaja menanam informasi yang keliru di Amerika Serikat untuk memperlambat langkah kita," ujarnya.

Saat ini terdapat lebih dari 100 kebijakan penangguhan pembangunan pusat data yang sedang dibahas di berbagai wilayah. Jika kebijakan itu disahkan, Garman mengklaim sama saja dengan Amerika Serikat mengaku kalah.

Namun pernyataan ini justru mengabaikan kekhawatiran nyata yang disampaikan warga. Masyarakat menolak bukan karena dihasut pihak lain, melainkan karena tagihan listrik yang naik tajam, pasokan air yang berkurang, serta polusi udara yang memburuk. Dokumen internal yang bocor tahun lalu menunjukkan bahwa pihak Amazon sendiri sebenarnya mengetahui seberapa besar konsumsi air yang dipakai pusat data mereka, tetapi berusaha menyembunyikannya dari publik.

Emisi karbon yang dihasilkan perusahaan juga melonjak naik meskipun Amazon berjanji mencapai emisi nol bersih pada tahun 2040. Di Texas saja, puluhan pusat data memanfaatkan celah aturan untuk menyalakan mesin penghasil tenaga berbahan bakar minyak yang berbahaya bagi lingkungan.

Garman menyebutkan ribuan lapangan kerja tercipta saat pembangunan, tetapi tidak menyebutkan bahwa sebagian besar pekerjaan itu hilang begitu bangunan selesai dibangun.

Survei terbaru menunjukkan 62 persen warga Amerika Serikat mendukung penundaan pembangunan data center AI. Dari jumlah itu, 40 persen menyatakan hal ini menjadi prioritas utama mereka. Artinya, penolakan ini bukan kebohongan yang diciptakan pihak lain. Itu adalah suara warga yang merasakan dampaknya langsung di tagihan dan lingkungan tempat mereka tinggal.

Ketika alasan yang masuk akal tidak lagi didengar, tuduhan menjadi senjata terakhir. Menyebut warga yang mengkhawatirkan tagihan listrik dan lingkungan sebagai antek asing tidak akan membuat tagihan turun atau udara menjadi bersih.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Demo Besar-Besaran Tolak Data Center, Proyek Rp 15 Triliun Gagal Total


Most Popular
Features