Presiden Pimpin Perang, Anaknya Jualan Senjata Buat Negara Lain

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
05 October 2026 07:45
Donald Trump Jr. (kiri) dan Eric Trump berbicara di acara Squawk on the Street pada 18 Februari 2026. (CNBC Internasional)
Foto: Donald Trump Jr. (kiri) dan Eric Trump berbicara di acara Squawk on the Street pada 18 Februari 2026. (CNBC Internasional)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama dua anak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yakni Donald Trump Jr dan Eric Trump disebut di balik perusahaan yang akan merger dengan startup pertahanan asal Amerika Serikat (AS) bernama Powerus. Trump bersaudara tercatat

Perusahaan bernama Powerus itu tengah sebagai pemilik saham tidak langsung Aureus Greenway Holdings lewat dana investasi American Ventures. Reuters mengutip dokumen regulasi bahwa perusahaan investasi akan memiliki 9,9% penerima manfaat.

Meski begitu, eksekutif Powerus dan juru bicara Trump bersaudara menyatakan keduanya hanya investor pasif di Aures. Tidak ada peranan operasional dalam perusahaan drone.

"Namun tidak ada salahnya mencantumkan nama mereka dalam sebuah usaha," kata anggota dewan penasihat Powerus, Keith Kellogg, dikutip dari Reuters, Kamis (1/10/2026).

Eksekutif perusahaan ingin mendorong pertumbuhan melalui akuisisi, kemitraan luar negeri dan manufaktur dalam negeri. Dengan begitu diharapkan Powerus bisa menjadi mitra AS yang mendatangkan teknologi militer dari luar negeri khususnya di Ukraina.

Sementara itu Powerus membidik Pakistan sebagai pasar baru. Beberapa waktu lalu perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Angkatan Udara Pakistan, namun tidak ada rincian lebih lanjut soal kerja sama tersebut.

Perusahaan yang didirikan Oktober lalu, penjualan kuartal pertama US$1,2 juta pada Maret lalu. Saat itu juga diperkenalkan drone pencegah Guardian yang dikembangkan bersama Ukraina.

Presiden Powerus, Brett Velicovich mengatakan tujuan perusahaan tengah menjajaki untuk bertemu dengan produsen lokal. Termasuk untuk memproduksi teknologi perusahaan.

"Kami tengah mencari cara untuk bisa memproduksi teknologi di sini," kata dia.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Kena Batunya, Amerika Bisa Kalah Telak Ditendang China


Most Popular
Features