Pertama dalam Sejarah, Astronom Tangkap Sinyal Radio dari Planet Jauh

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
03 October 2026 10:00
Sebuah ilustrasi tata surya kita yang menunjukkan planet-planet jauh lebih dekat satu sama lain daripada kenyataan sebenarnya, untuk merepresentasikan semua benda langit dengan cukup detail. (Dok NASA)
Foto: Sebuah ilustrasi tata surya kita yang menunjukkan planet-planet jauh lebih dekat satu sama lain daripada kenyataan sebenarnya, untuk merepresentasikan semua benda langit dengan cukup detail. (Dok NASA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para astronom berhasil mendeteksi secara langsung emisi radio yang diduga berasal dari sebuah planet di luar tata surya. Sinyal yang datang dari jarak 63 tahun cahaya itu bukan bukti kehidupan alien, melainkan menjadi petunjuk kuat bahwa planet tersebut memiliki medan magnet luar biasa besar.

Sinyal tersebut terdeteksi dari Beta Pictoris b, sebuah planet raksasa gas dengan massa sekitar 12 kali Jupiter. Planet ini mengorbit bintang muda Beta Pictoris yang memiliki massa sekitar 1,75 kali Matahari.

Penemuan itu dilakukan tim peneliti menggunakan MeerKAT, jaringan 64 antena teleskop radio di Afrika Selatan. Para astronom menemukan semburan radio yang berulang dan berhasil melokalisasi sumbernya pada Beta Pictoris b, bukan pada bintang induknya.

Profesor astronomi Harvard, Edo Berger, mengatakan emisi tersebut berkaitan dengan medan magnet planet. Prosesnya diduga mirip dengan pembentukan aurora di Bumi.

"Untuk mendeteksi gelombang radio pada frekuensi yang kami amati, diperlukan medan magnet yang sangat kuat," ujar Berger, dikutip dari CNN, Sabtu (3/10/2026).

Medan magnet Beta Pictoris b diperkirakan setidaknya 200 kali lebih kuat dibandingkan medan magnet Jupiter. Ketika partikel bermuatan bergerak secara spiral di dalam medan magnet yang kuat, proses tersebut dapat menghasilkan aurora sekaligus memancarkan gelombang radio.

Fenomena ini dikenal sebagai emisi radio aurora. Sebelumnya, fenomena serupa telah diamati pada Jupiter, Saturnus, Matahari, sejumlah bintang, dan katai cokelat.

Deteksi tersebut dinilai penting karena salah satu tantangan utama dalam pencarian emisi radio dari eksoplanet adalah memastikan sumber sinyal. Sebelumnya, indikasi emisi radio dari planet di luar tata surya pernah ditemukan, tetapi para astronom belum dapat sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan bahwa sinyal berasal dari bintang induknya.

Joseph Callingham dari Anton Pannekoek Institute for Astronomy, Universitas Amsterdam, yang tidak terlibat dalam penelitian, menilai aspek tersebut menjadi salah satu keunikan studi terbaru.

Menurut Callingham, tim penelitian berhasil melokalisasi emisi pada planet itu sendiri dan memisahkannya dari bintang induknya.

Jika dikonfirmasi, temuan ini dapat membuka cara baru untuk mempelajari eksoplanet. Emisi radio aurora memungkinkan astronom mempelajari medan magnet serta interaksi planet dengan lingkungan antariksa di sekitarnya yakni karakteristik yang sulit diketahui hanya melalui metode pengamatan lain.

Meski hasilnya menarik, penelitian tersebut belum menjadi kesimpulan final. Makalah yang memuat temuan ini diunggah pada 15 September melalui platform pracetak arXiv dan masih menjalani proses peer review.

Para ilmuwan di luar tim penelitian pun meminta agar hasil tersebut ditafsirkan secara hati-hati hingga proses penelaahan selesai.

Beta Pictoris b berada dalam sistem keplanetan yang diperkirakan baru berusia sekitar 23 juta tahun, jauh lebih muda dibandingkan tata surya yang berusia sekitar 4,5 miliar tahun. Sistem ini juga memiliki planet lain, komet, serta piringan besar yang terdiri atas debu dan puing sisa pembentukan planet.

Jika deteksi tersebut nantinya terkonfirmasi, keberadaan medan magnet yang sangat kuat pada Beta Pictoris b dapat memberikan petunjuk baru mengenai struktur dan atmosfer planet-planet di luar tata surya.

Tim peneliti kini telah mengajukan waktu pengamatan teleskop tambahan untuk mempelajari Beta Pictoris b lebih jauh, termasuk mencari tahu mengapa planet raksasa muda tersebut memiliki medan magnet yang begitu kuat.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bumi Akhirnya Terima Sinyal dari Planet Lain di Luar Tata Surya


Most Popular
Features