AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan
Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 100 organisasi menjadi target agen AI yang bermasalah. OpenAI mengingatkan mengenai potensi ini.
Unggahan blog OpenAI menyebutkan telah memberitahu lebih dari 100 organisasi mengenai insiden yang melibatkan aktivitas tidak sah terkait agen AI, dikutip dari Reuters, Jumat (2/10/2026).
Peringatan itu dilakukan setelah OpenAI melakukan tinjauan pada aktivitas model AI terkait peretasan Hugging Face yang terjadi beberapa waktu lalu.
Penelusuran pada sekitar 50 petabyte data dilakukan OpenAI. Tujuannya agar memahami sepenuhnya soal aktivitas agen AI yang bermasalah.
Serangkaian insiden, termasuk Hugging Face, telah memicu kekhawatiran mengenai perkembangan AI di industri tersebut. Bahkan sejumlah bos perusahaan teknologi global juga menyuarakan hal serupa.
OpenAI sendiri mengatakan pihaknya telah melakukan langkah teknis dan operasional agar tidak terjadi lagi insiden yang sama. Termasuk melakukan pendeteksian sejak dini.
"Dalam sejumlah kasus, model menggunakan akses internet dengan cara tidak sengaja atau tidak menerapkan pembatasan ideal," jelas OpenAI.
"Selama beberapa bulan terakhir, kami telah menerapkan pembatasan ideal. Selama beberapa bulan terakhir, kami telah menerapkan langkah-langkah teknis dan operasional baru untuk menghindari masalah serupa atau mendeteksinya sejak dini, dan melanjutkan pekerjaan ini," imbuh perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu.
Sebelumnya pada September, OpenAI mengaku masih mencoba memahami cakupan aktivitas agen AI jahatnya dua bulan pasca kejadian Hugging Face. Laporan ini berasal dari Reuters yang mengutip dua orang sumber.
Aktivitas jahat itu juga masih berlanjut beberapa waktu setelah insiden Hugging Face. Saat itu, OpenAI mengungkapkan agen mereka telah membocorkan 53 gambar pengguna ChatGPT.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]