Asap Karhutla Kalimantan Disebut Sampai Pulau Jawa, Ini Kata BMKG

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
02 October 2026 19:40
Operasi udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui water bombing kembali direncanakan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan pada Jumat, 18 September 2026.  (Dok BNPB)
Foto: Operasi udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui water bombing kembali direncanakan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan pada Jumat, 18 September 2026. (Dok BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah informasi viral di media sosial menyebutkan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan telah menuju ke Pulau Jawa. Bahkan menyebut sebagian Laut Jawa telah tertutup.

Ditanya soal kebenaran informasi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengungkapkan analisis citra sebaran asap pada 29 September 2026 pukul 13:00 WIB.

Dari citra tersebut disebutkan asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan. Cakupannya juga meluas hingga perairan selatan Pulau Kalimantan dan Bangka Belitung.

"Berdasarkan analisis citra sebaran asap terbaru pada 29 September 2026 pukul 13.00 WIB, sebaran asap masih terdeteksi di beberapa wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Sebarannya meluas ke perairan selatan Pulau Kalimantan, memanjang dari Kalimantan Selatan hingga perairan Bangka Belitung," kata Prakirawan BMKG, Fajar Ridzki Abdullah kepada CNBC Indonesia.

Sementara untuk kondisi arah angin di wilayah Indonesia secara umum bertiup dari Timur-Tenggara ke Barat Laut-Utara. Hal ini membuat sebaran asap bergerak ke arah Barat hingga Utara.

Jadi berdasarkan pengamatan tersebut, asap akibat kebakaran itu tidak terpantau menuju ke Pulau Jawa.

"Pola angin ini menyebabkan sebaran asap dari wilayah Kalimantan cenderung bergerak ke arah Barat Laut hingga Utara, sehingga tidak terpantau mengarah maupun mencapai Pulau Jawa," jelasnya.

"Jadi, kabar bahwa asap karhutla Kalimantan saat ini menuju Pulau Jawa tidak sesuai dengan hasil pemantauan terbaru," dia menambahkan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Karhutla Masih Kepung Kalimantan, Kualitas Udara Pontianak Terburuk


Most Popular
Features