Perang AI

Amerika Mulai Panik Dikejar, Tuduh China Tukang Jiplak

Redaksi,  CNBC Indonesia
01 October 2026 21:10
Flags of U.S. and China are seen in this illustration picture taken August 2, 2022. REUTERS/Florence Lo/Illustration
Foto: REUTERS/FLORENCE LO

Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan pengembangan AI makin panas. OpenAI menuduh pengembang asal China, Moonshot AI pembuat Kimi, berupaya menjiplak cara kerja model kecerdasan buatan miliknya tanpa izin. Tuduhan ini muncul tak lama setelah pesaing lain, Anthropic, mengajukan tuduhan serupa terhadap perusahaan-perusahaan dari negara yang sama, dikutip dari laporan CNBC International, Kamis (1/10/2026).

Menurut OpenAI, upaya peniruan ini terdeteksi sejak awal Juli 2026. Puncaknya, dalam kurun waktu dua hari terdapat 16.000 permintaan mencurigakan yang dikirim oleh lebih dari 4.000 pengguna. Secara keseluruhan, jejak aktivitas tersebut teridentifikasi melibatkan lebih dari 15.000 pengguna.

OpenAI menegaskan sistem keamanan, basis data, maupun percakapan pengguna tidak dibobol. Cara yang digunakan justru lebih halus yaitu para pelaku memanipulasi pertanyaan yang diajukan agar sistem mengungkapkan cara berpikir mereka. Jawaban tersebut kemudian dapat dipelajari dan dipindahkan ke sistem lain.

Cara ini disebut adversarial distillations yaitu hasil pemikiran satu sistem dipakai untuk melatih sistem lain seolah-olah itu adalah miliknya sendiri. Jika berhasil, pihak yang menyalin dapat memperoleh kemampuan canggih tanpa harus mengeluarkan biaya penelitian dan pengembangan yang sama besarnya.

OpenAI menyebut hal ini tidak hanya merugikan secara bisnis, tetapi juga berisiko bagi keamanan dan ketertiban teknologi secara luas.

Perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman tersebut menuding kelompok utama yang melakukan aktivitas ini terhubung dengan pihak terafiliasi dengan Moonshot AI. OpenAI telah melaporkan temuannya kepada pengembang kecerdasan buatan lain serta lembaga pemerintah. Hingga saat ini Moonshot AI belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.

Insiden ini terjadi tak lama setelah Anthropic, pembuat Claude, menuduh sejumlah pengembang dari China termasuk Moonshot AI dan Alibaba diam-diam memakai sistemnya untuk melatih produk mereka sendiri.

Rangkaian tuduhan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan antarnegara dan perusahaan dalam menguasai teknologi kecerdasan buatan. Setiap pihak berusaha maju secepat mungkin, dan batasan antara menginspirasi serta meniru semakin sulit dipisahkan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article AI Diam-Diam Ajari Penerusnya Cara Menipu Manusia


Most Popular
Features