Bos Qualcomm Ungkap Alasan Sebenarnya Harga Laptop dan HP Melonjak

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
01 October 2026 18:20
Qualcomm. (REUTERS/Wolfgang Rattay/File Photo)
Foto: Qualcomm. (REUTERS/Wolfgang Rattay/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Qualcomm buka suara soal kelangkaan komponen yang terjadi di industri teknologi global. Menurut perusahaan, masalah utama saat ini bukan terletak pada chipset, melainkan memori yang pasokannya makin terbatas karena sebagian besar produksinya terserap kebutuhan data center.

"Masalah kelangkaan sebenarnya ada pada memori. Sebenarnya bukan pada chipset. Memori menjadi mahal dan langka karena sebagian besar memori masuk ke data center," ujar Don McGuire Executive Vice President and Chief Marketing Officer of Qualcomm Incorporated, di acara Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kondisi tersebut membuat bisnis elektronik konsumen, termasuk smartphone, kesulitan mendapatkan pasokan memori. Memori padahal merupakan komponen yang bekerja berdampingan dengan prosesor Qualcomm di dalam perangkat.

Kelangkaan tersebut kemudian mendorong harga memori naik. Kenaikan biaya itu turut menekan produsen smartphone dan berpotensi membuat harga perangkat makin mahal.

"Biaya memori terus meningkat karena kelangkaannya juga meningkat. Itulah yang menyebabkan masalah ekonomi dan kenaikan biaya smartphone," katanya.

Perusahaan mengatakan tengah mengembangkan teknologi agar penggunaan memori lebih efisien. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak kelangkaan dalam jangka pendek bagi para pelanggan.

Perusahaan juga menyiapkan penerapan teknologi high-performance computing (HPC) pada perangkat smartphone milik sejumlah pelanggan mulai awal 2027. Menurut Snapdragon, teknologi tersebut dapat membantu mengatasi persoalan kebutuhan memori.

"Hal itu akan mulai terlihat awal tahun depan ketika HPC benar-benar terwujud untuk pertama kalinya di beberapa perangkat pelanggan kami. Itu seharusnya membantu," ujarnya.

Meski demikian, Qualcomm memperkirakan persoalan pasokan memori baru mulai mereda pada akhir 2027 hingga awal 2028. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan apakah harga memori akan terus meningkat.

"Kami berharap tidak. Yang bisa saya katakan adalah kami terus melihat permintaan yang tinggi karena transisi menuju agentic AI," pungkasnya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kabar Baru yang Bakal Bikin Harga HP Makin Mahal


Most Popular
Features