8 Jam Taruh Laptop di Perut, Kulit Bocah Ini Jadi Jaring

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
02 October 2026 07:05
ilustrasi
Foto: Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang bocah di Inggris mengalami perubahan pada kulit perut setelah menggunakan laptop hingga delapan jam sehari dengan perangkat tersebut diletakkan langsung di tubuhnya.

Kasus ini diungkap dokter dalam laporan yang diterbitkan di BMJ Case Reports. Anak itu mengalami ruam berwarna kemerahan hingga kecokelatan dengan pola seperti jaring di bagian bawah perut.

Awalnya, kondisi tersebut diduga sebagai memar. Namun, pemeriksaan tidak menemukan penyebab yang jelas. Beberapa pekan kemudian, ruam justru semakin luas, gelap, dan terasa lebih nyeri.

Anak tersebut menjalani homeschooling dan rutin menggunakan laptop sepanjang hari. Ia mengaku kerap menaruh laptop di atas perut hingga delapan jam sehari, termasuk saat perangkat sedang diisi daya.

Dokter akhirnya mendiagnosis kondisi tersebut sebagai erythema ab igne (EAI), yang juga dikenal sebagai toasted skin syndrome atau sindrom kulit terbakar.

Kondisi ini terjadi akibat paparan panas atau radiasi inframerah tingkat rendah secara berulang dan dalam waktu lama. Panas tersebut memang tidak langsung menyebabkan luka bakar, tetapi dapat merusak kulit, pembuluh darah, serta serat elastis di bawahnya.

"Pengenalan dini penting untuk mencegah kesalahan diagnosis dan paparan radiasi yang sebenarnya dapat dihindari," tulis para peneliti dalam laporan tersebut, dikutip dari Gizmodo, Kamis (1/10/2026).

Dokter kemudian memasang balutan luka pada bagian kulit yang terdampak dan meminta anak tersebut tidak lagi menggunakan laptop di atas perut. Beberapa bulan kemudian, ayahnya melaporkan bahwa kondisi kulit anak berangsur membaik hingga ruam menghilang.

Menurut dokter, toasted skin syndrome umumnya tidak serius dan dapat membaik setelah sumber panas dihilangkan. Namun, paparan berkepanjangan dapat menyebabkan perubahan warna kulit permanen dan dalam kasus yang jarang terjadi berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Most Popular
Features