Mata Bor Pecah Gali Tanah Diduga Lokasi Bahtera Nabi Nuh
Jakarta, CNBC Indonesia - Tim peneliti kembali menyelidiki formasi berbentuk perahu di Gunung Durupınar, Turki, yang dikaitkan dengan Bahtera Nabi Nuh. Dalam pengeboran terbaru, salah satu mata bor dilaporkan patah setelah menghantam sesuatu jauh di dalam struktur tersebut.
Tim dari Noah's Ark Scans menduga benda yang membuat mata bor rusak merupakan kayu kuno yang telah membatu atau mengalami pelapukan. Namun, temuan tersebut masih bersifat awal dan belum melalui proses peer review.
Tim sebelumnya mengirimkan Gopher Drone hingga hampir 18 meter ke dalam struktur untuk mengambil sampel. Mereka kemudian melakukan sejumlah pengeboran inti pada formasi yang memiliki panjang sekitar 157 meter tersebut.
Pendiri Noah's Ark Scans, Andrew Jones, mengatakan penelitian dilakukan untuk menguji klaim bahwa struktur itu merupakan sisa Bahtera Nabi Nuh secara lebih ketat.
"Saya percaya ini adalah Bahtera Nuh, itulah mengapa saya melakukan pengujian paling ketat terhadap situs Durupinar," kata Jones, dikutip dari Wion, Rabu (30/9/2026).
Dalam unggahan di X, tim mengatakan pengeboran tidak menemukan batuan dasar batu kapur dan salah satu mata bor justru patah ketika mencapai bagian dalam struktur.
Mereka menduga kerusakan itu terjadi karena mata bor mengenai kayu yang telah membatu.
Menurut tim, jika bagian dalam struktur hanya terdiri dari batu kapur yang lebih lunak, mata bor seharusnya tidak patah. Data radar awal juga disebut tidak menunjukkan pola sederhana yang menunjukkan batuan padat homogen.
Sampel hasil pengeboran kini akan dianalisis di laboratorium untuk mengetahui komposisi dan usia material di dalam struktur tersebut.
Tim juga berencana mengirim robot untuk mengeksplorasi terowongan dan ruang yang sebelumnya terdeteksi melalui pemindaian.
Formasi Durupınar pertama kali ditemukan oleh Kapten Angkatan Darat Turki İlhan Durupınar pada 1959. Bentuknya yang menyerupai kapal kemudian memicu dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat berlabuhnya Bahtera Nabi Nuh.
Meski demikian, sejumlah ahli sebelumnya menilai formasi tersebut merupakan struktur alami, sehingga klaim tentang Bahtera Nuh masih menjadi perdebatan.
(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]