Modus Penipuan AI Baru Muncul di Google Maps, Tandanya Mudah DIkenali

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
29 September 2026 11:20
Tangkapan layar Google Maps.
Foto: Tangkapan layar Google Maps

Jakarta, CNBC Indonesia - Google Maps menjadi andalan jutaan orang untuk mencari alamat, jam buka, hingga nomor telepon tempat usaha. Namun ketergantungan ini kini dimanfaatkan penipu dengan cara yang semakin canggih. Mereka mengunggah gambar buatan AI yang memuat nomor telepon palsu ke halaman profil bisnis, sehingga pelanggan tanpa sadar menghubungi pihak yang salah, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026).

Modus ini pertama kali diungkapkan oleh seorang spesialis pengoptimalan mesin pencari di media sosial LinkedIn, lalu dikonfirmasi oleh laporan yang muncul di forum bantuan resmi Google Maps. Para pelaku membuat gambar yang tampak resmi, seolah-olah merupakan bagian dari informasi bisnis tersebut, lalu memasukkannya ke galeri foto tempat usaha yang sebenarnya.

Saat pengguna melihat gambar itu dan mencoba menelepon, yang terhubung justru adalah penipu yang kemudian meminta data pribadi, uang muka, atau biaya yang tidak ada hubungannya dengan bisnis aslinya.

Sistem Google Maps mengizinkan siapa saja mengunggah foto ke halaman tempat usaha. Selama gambar tidak ditandai melanggar aturan, gambar itu dapat terlihat oleh siapa saja, bahkan berdampingan dengan informasi resmi.

Penipu memanfaatkan celah ini dengan membuat gambar yang terlihat rapi dan serupa dengan tampilan informasi bisnis, sehingga mata biasa sulit membedakan mana yang asli dan mana yang rekayasa.

Laporan yang diterima mencatat adanya ratusan gambar mencurigakan yang masuk ke berbagai profil bisnis. Di Amerika Serikat saja, lebih dari 150 gambar yang diduga berisi informasi palsu telah teridentifikasi. Pola yang sama dikhawatirkan mulai menyebar ke negara lain, termasuk Indonesia, mengingat cara kerjanya mudah dilakukan dan sulit dideteksi secara otomatis.

Ciri-ciri Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa hal yang dapat menjadi tanda bahwa informasi yang dilihat mungkin tidak benar:

  • Nomor yang tertera hanya muncul di dalam gambar, tidak tertulis secara langsung di bagian informasi kontak.
  • Gambar terlihat agak tidak rapi, tulisan tidak rata, atau warnanya sedikit berbeda dari tampilan resmi bisnis tersebut.
  • Nomor yang dicantumkan tidak sesuai dengan nomor yang tertera di situs web maupun media sosial resmi tempat usaha tersebut.
  • Saat dihubungi, pihak yang mengangkat telepon tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana terkait layanan atau produk tempat usaha yang bersangkutan.

Cara Memastikan Benar atau Tidak

Agar tidak tertipu, ada langkah sederhana yang dapat dilakukan sebelum menghubungi:

  • Selalu cocokkan nomor telepon dengan yang tercantum di situs web resmi maupun akun media sosial tempat usaha tersebut.
  • Percayai nomor yang tertulis langsung di kolom informasi kontak Profil Bisnis Google, bukan yang hanya ada di dalam foto.
  • Jika ragu, cari informasi lain mengenai tempat usaha tersebut dari sumber terpisah, misalnya direktori bisnis atau rekomendasi pelanggan lain yang sudah lama dikenal.
  • Laporkan gambar yang mencurigakan melalui fitur lapor yang tersedia di Google Maps agar tim pengelola dapat meninjau dan menghapusnya.

Pihak pengamat keamanan mengingatkan bahwa meskipun laporan ini berasal dari luar negeri, modus serupa dapat terjadi di mana saja. Di Indonesia sendiri, banyak pelanggan yang mencari nomor toko, bengkel, rumah makan, hingga jasa perjalanan melalui Google Maps. Jika nomor yang dihubungi ternyata palsu, kerugian yang ditimbulkan dapat berupa kehilangan uang, penyalahgunaan data pribadi, hingga kerusakan nama baik tempat usaha yang sebenarnya.

FBI juga telah mengeluarkan peringatan terkait penggunaan kecerdasan buatan dalam penipuan berbasis telepon, dan masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap informasi yang datang secara tidak terduga. Artinya, keterangan yang muncul di peta tidak selalu benar. Satu cek silang tambahan sebelum menelepon dapat mencegah kerugian yang tidak perlu.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Waspada Modus Penipuan Baru Lagi Ramai, Jangan Sembarang Beli iPhone


Most Popular
Features