Tanda China Mulai Melunak, Buka Pintu Lebar-Lebar Buat Amerika

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
28 September 2026 21:00
Bendera Tiongkok dan AS ditampilkan pada papan sirkuit cetak dengan chip semikonduktor. (REUTERS/Florence Lo//File Photo)
Foto: Bendera Tiongkok dan AS ditampilkan pada papan sirkuit cetak dengan chip semikonduktor. (REUTERS/Florence Lo//File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan teknologi antara Amerika Serikat dan China tampaknya mulai menunjukkan 'kemesraan'. Pemerintah China dikabarkan mulai membuka peluang bagi sejumlah korporasi domestiknya untuk membeli chip pemrosesan grafis (GPU) buatan raksasa teknologi AS, Nvidia.

Berdasarkan laporan terbaru, pemerintah China memberi sinyal kuat akan mengizinkan perusahaan-perusahaan raksasa seperti ByteDance dan Alibaba untuk memborong chip Nvidia RTX PRO 5500, yang dirancang khusus untuk komputer profesional kelas atas (professional workstations).

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) dilaporkan telah meminta sejumlah perusahaan teknologi untuk melaporkan rencana pengadaan chip tersebut. Menurut laporan The Information yang mengutip number anonim internal, kementerian juga telah membisikkan niat pemerintah untuk segera menyetujui pembelian RTX PRO 5500.

Bahkan, sejumlah eksekutif industri memproyeksikan bahwa cip spesifik ini berpotensi lolos dari jeratan sanksi pembatasan ekspor yang selama ini diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Kendati demikian, kantor berita Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Sikap Dingin Nvidia: Terjepit Aturan Dua Negara

Menanggapi kabar tersebut, pihak Nvidia memberikan catatan tersendiri. Juru bicara perusahaan menegaskan bahwa korporasi asal AS tersebut saat ini masih berada dalam posisi terjepit akibat regulasi ketat dari kedua belah pihak.

"Perusahaan-perusahaan AS terus dibatasi oleh kombinasi kontrol ekspor AS yang sudah ketinggalan zaman-yang mencakup produk gaming yang dirilis hampir setengah dekade lalu-dan pembatasan China sendiri terhadap impor dari AS," ujar juru bicara Nvidia, dikutip dari Reuters, Senin (28/9/2026).

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Samsung Sudah Ketemu Pengganti Nvidia, Dominasi AS Digoyang


Most Popular
Features