Bank Besar Dijebol Maling, Uang Senilai Rp 1,9 Triliun Lenyap Seketika
Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali disalahgunakan sindikat penipu untuk melancarkan aksi kriminal kelas kakap. Kali ini, para penipu berhasil menguras uang sebesar 95 juta euro (sekitar Rp1,94 triliun) dari Fideuram, unit perbankan swasta milik bank terbesar di Italia, Intesa Sanpaolo.
Insiden pencurian masif ini dibeberkan dua sumber internal yang mengetahui persis jalannya kasus tersebut, dikutip dari Reuters, Minggu (27/9/2026).
Skema penipuan canggih yang pertama kali dibongkar surat kabar Corriere della Sera ini bermula pada bulan Februari lalu. Saat itu, Ketua Fideuram yang sedang menjabat, Paolo Molesini, menerima pesan WhatsApp yang seolah-olah dikirim langsung oleh CEO Intesa Sanpaolo, Carlo Messina.
Dalam pesan tersebut, sang CEO meminta bantuan darurat untuk memproses sebuah transaksi keuangan luar negeri. Tak berhenti di situ, pelaku melancarkan aksi pamungkas dengan menelepon korban. Suara di ujung telepon terdengar sangat meyakinkan, persis seperti suara seorang mitra senior dari sebuah firma hukum ternama yang bertugas mengonfirmasi instruksi transfer. B
erdasarkan keterangan sumber, pelaku terbukti memanfaatkan teknologi kloning suara berbasis AI untuk memalsukan suara sang pengacara.
Terperdaya oleh suara dan pesan yang tampak asli, Molesini lantas memerintahkan departemen keuangan Fideuram untuk mengeksekusi serangkaian transfer dana ke sejumlah rekening luar negeri, yang mayoritas bermuara di China dan Hong Kong.
Dana Sempat Diselamatkan, Pelaku Ubah ke Kripto
Pihak Intesa Sanpaolo dan Fideuram hingga kini memilih bungkam dan menolak memberikan komentar resmi terkait insiden pembobolan rekening tersebut.
Meski demikian, sistem keamanan Fideuram bergerak cepat mendeteksi adanya kejanggalan transaksi dan langsung membunyikan alarm darurat kepada otoritas perbankan serta penegak hukum di berbagai negara. Hasilnya berbuah manis, kerja sama lintas negara antara otoritas China, Portugal, and Italia berhasil menyelamatkan dan memulihkan kembali dana sekitar 53 juta euro (sekitar Rp1 triliun).
Kendati demikian, sisa dana sebesar 36 juta euro (sekitar Rp732 miliar) masih raib tanpa jejak. Uang tersebut diketahui telah berpindah-pindah melalui jaringan rekening luar negeri yang rumit sebelum akhirnya dicuci dan dikonversi ke dalam bentuk mata uang kripto (cryptocurrency).
Nasib Mantan Pimpinan dan Ancaman AI
Di tengah badai skandal ini, pihak berwenang memastikan bahwa Paolo Molesini maupun jajaran eksekutif Fideuram lainnya tidak berstatus sebagai pihak yang diselidiki. Molesini sendiri diketahui telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua pada bulan Maret lalu dengan alasan pribadi, di mana manajemen saat itu tidak memperinci alasan di balik kepergiannya.
Kendati demikian, Kejaksaan Milan saat ini telah menetapkan seorang warga negara asing yang berdomisili di luar Eropa sebagai tersangka utama atas kasus penipuan berbasis komputer ini.
Kasus penipuan berbasis voice cloning AI ini menambah daftar panjang kejahatan siber serupa di Italia. Tahun lalu, modus operandi yang sama juga menimpa pengusaha terkemuka Massimo Moratti, di mana pelaku yang menirukan suara seorang menteri Italia berhasil membujuknya untuk mentransfer hampir 1 juta euro sebelum akhirnya uang tersebut berhasil diamankan kembali.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]