Bos Apple Merinding Lihat Kelakuan Pengguna iPhone, Bilang Begini

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
25 September 2026 16:50
iPhone 18 Pro. (Dok. Apple)
Foto: iPhone 18 Pro. (Dok. Apple)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak pengguna iPhone gemar menambahkan pelindung layar (tempered glass atau screen protector) pada ponsel mereka sebagai tambahan proteksi. Ternyata, fenomena ini justru membuat Vice President of Hardware Engineering Apple, Tom Marieb, merinding.

"Setiap melihat seseorang memasang pelindung layar di iPhone mereka, itu membuat saya merinding, karena kami bekerja keras untuk membuat layar depan yang indah," ujar Marieb, dikutip dari Tech Radar, Jumat (25/9/2026).

Pernyataan tersebut beralasan, terutama pada lini ponsel terbaru Apple seperti iPhone 17, iPhone 18 Pro, dan iPhone Duo. Seluruh jajaran ponsel anyar ini telah dibekali dengan material pelindung canggih bernama Ceramic Shield 2.

Kaca layar tersebut diklaim memiliki ketahanan terhadap goresan hingga 33 kali lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Klaim ketahanan tangguh ini juga disematkan pada ponsel lipat perdana buatan Apple.

Marieb menjelaskan, Ceramic Shield 2 merupakan jenis kaca iPhone pertama yang benar-benar diandalkan penuh oleh perusahaan karena membawa peningkatan kualitas yang masif dibandingkan versi orisinalnya.

"Kami ingin mengembangkan lapisan baru yang bisa menahan goresan, namun juga memastikan lapisan ini tahan terhadap keausan. Kami khawatir mengenai goresan yang sangat bergantung pada bahan yang bisa menahan benda tajam yang mengenai layar. Kami juga khawatir mengenai keausan seiring berjalannya waktu," jelasnya.

Faktor-faktor inilah yang mendorong Apple untuk terus mengoptimalkan kualitas material layarnya, yang akhirnya berhasil diwujudkan melalui teknologi Ceramic Shield 2.

Marieb menambahkan, Apple selalu berupaya untuk berfokus pada kebutuhan riil pelanggan. Oleh karena itu, mereka tidak lagi hanya mengandalkan pengujian standar militer yang sudah kuno, melainkan menguji perangkat berdasarkan kondisi nyata saat digunakan sehari-hari.

"Kami mencoba memahami, 'bagaimana pelanggan menggunakannya? Apa yang sebenarnya mereka hadapi di dunia nyata?' Lalu, kami menciptakan pengujian yang meniru hal tersebut," tuturnya.

Khusus untuk lini ponsel lipat seperti iPhone Duo, tantangan teknik yang dihadapi Apple bukan hanya terletak pada sektor layar, melainkan juga pada komponen engsel (hinge) yang menjadi pusat perhatian utama.

Apple merancang ponsel lipat tipis tersebut agar dapat digunakan dalam berbagai mode, termasuk mode setengah terlipat (flex mode). Marieb mengungkapkan bahwa timnya berupaya keras menciptakan engsel yang terasa kokoh dan presisi baik saat dibuka maupun ditutup oleh pengguna.

"Kami benar-benar bekerja keras pada profil torsi, yang artinya mengubah banyak sifat mekanis engsel agar terasa sangat kokoh. Sensasinya seperti menutup pintu mobil kelas atas," pungkas Marieb.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret iPhone 18 Pro Terbaru Warna Burgundy, Harga Mulai Rp 26 Juta


Most Popular
Features