Negara Ini Mau Ubah Algoritma Media Sosial, AS Panas-Langsung Protes
Novina Putri Bestari,
CNBC Indonesia
23 September 2026 20:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Australia tengah mengusulkan perubahan pada algoritma di media sosial. Namun usulan itu dikritik pemerintah Amerika Serikat (AS) dan menyebutnya sebagai cara memfasilitasi sensor.
Platform bakal diwajibkan memberitahu pengguna dan menawarkan umpan konten yang direkomendasikan algoritma secara default. Media sosial juga harus memberikan opsi menolak apa yang ditawarkan, dikutip dari Reuters, Rabu (23/9/2026).
Artinya, pengguna media sosial di Australia memiliki kendali penuh pada beranda akun mereka dan bisa memilih konten yang ingin dilihatnya.
"Kami prihatin dengan potensi mandat yang membuat regulator memberlakukan persyaratan desain platform yang kaku dan seragam, seperti umpan kronologis yang dipaksakan atau sistem rekomendasi sukarela," kata pihak kedutaan besar.
Selain itu, pihak AS menilai dampaknya bisa berlaku pada negara di luar Australia bahkan secara global.
Oleh karena itu, AS meminta Australia dapat membuat definisi yang jelas soal kerugian dan risiko yang akan ada. Pemerintah Donald Trump juga mengingatkan definisi yang sama bisa berisiko pada sensor yang berlebihan untuk menghindari mendapatkan sanksi dari aturan tersebut.
Tak hanya itu, AS menegaskan aksi ini sebagai memfasilitasi sensor. Mereka juga mengatakan pemilihan pada apa yang disukai termasuk pada penghapusan sepenuhnya.
"Pemerintah AS mungkin akan menganggapnya tindakan itu sebagai bentuk memfasilitasi sensor," kata pernyataan pihak kedutaan besar.