Kiamat Pilot Pesawat Mulai Terasa, Tandanya Muncul di Amerika
Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia penerbangan mulai memasuki babak baru. Perusahaan penerbangan asal Amerika Serikat, Joby Aviation, mengklaim telah melakukan penerbangan otonom lintas benua di Amerika Serikat untuk pertama kalinya tanpa intervensi atau input dari manusia sepanjang perjalanan.
Hal ini sekaligus menjadi penanda profesi pilot lama-kelamaan bisa digantikan mesin canggih.
Penerbangan tersebut menempuh jarak sejauh 3.199 mil atau sekitar 5.148 kilometer. Perjalanan ini dimulai dari Buchanan Field Airport di California dan berakhir di Dare County Regional Airport di Outer Banks, North Carolina.
Joby memasang sistem penerbangan otonom buatan mereka pada sebuah pesawat Cessna Caravan yang telah dimodifikasi. Sistem tersebut memungkinkan pesawat untuk melakukan seluruh tahapan penerbangan secara mandiri, mulai dari bergerak di landasan (taxi), lepas landas (take-off), terbang jelajah (cruise), hingga mendarat (landing).
Tidak ada kendali manual yang diberikan oleh pilot keselamatan yang berada di dalam pesawat. Kendati demikian, seorang manusia tetap berada di kokpit untuk bertindak sebagai pemantau. Selain itu, Joby juga mengawasi jalannya penerbangan ini dari jarak jauh melalui fasilitas mereka di California serta Shaw Air Force Base di South Carolina.
Setelah menyelesaikan perjalanan ke arah timur tersebut, pesawat otonom itu dijadwalkan untuk kembali menuju wilayah barat Amerika Serikat. Dalam perjalanan pulang, pesawat akan berhenti di sejumlah kota, termasuk Raleigh, Salt Lake City, dan Portland.
Mengutip Engadget, Selasa (22/9/2026), selama ini Joby lebih dikenal melalui pengembangan taksi udara listrik yang masih dikendalikan oleh pilot. Perusahaan bahkan mulai melakukan demonstrasi layanan tersebut di New York pada April lalu dan berencana meluncurkannya untuk publik pada akhir tahun ini.
Kendati demikian, pencapaian penerbangan otonom terbaru dari Joby ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut memiliki potensi penggunaan yang jauh lebih luas.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa sistem otonom ini dapat dipasang pada armada pesawat yang sudah ada saat ini, serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pengiriman barang komersial, operasi tanggap darurat, hingga kebutuhan logistik pertahanan.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]