Warga Baca Buku Bisa Dapat Uang Setiap Hari di Singapura

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
21 September 2026 17:05
Ilustrasi
Foto: Priscilla Du Preez via Unsplash

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Perpustakaan Nasional Singapura membagikan uang tunai bagi masyarakat yang memiliki hobi membaca buku. Inisiatif unik ini disiapkan melalui kampanye membaca bertajuk ReadSG.

Kampanye tersebut bertujuan untuk mengubah waktu yang dihabiskan seseorang untuk membaca menjadi koin virtual, yang kemudian dapat ditukarkan dengan uang tunai. Sebagai contoh, membaca selama 15 menit di platform CrowdTaskSG milik GovTech akan menghasilkan 20 koin virtual.

Dibutuhkan 1.000 koin untuk bisa mendapatkan S$1 (sekitar Rp13.900), yang setara dengan sekitar 50 hari membaca secara terus-menerus, dikutip dari Gadget Review, Senin (21/9/2026).

Hanya satu sesi membaca per hari yang akan dihitung ke dalam saldo pengguna. Dalam satu hari tersebut, mereka bisa mendapatkan S$0,02 (sekitar Rp279).

Menurut Dewan Perpustakaan Nasional, pembayaran ini bukanlah dimaksudkan sebagai sumber pendapatan utama ataupun pekerjaan sampingan, melainkan dirancang khusus untuk mendorong minat baca masyarakat.

Selain itu, terdapat program paralel yang berjalan bersamaan bernama Read for Good. Program ini menargetkan total waktu membaca kumulatif hingga 7,5 juta menit dari seluruh peserta.

Tujuannya adalah untuk mengumpulkan dana sebesar S$150.000 (sekitar Rp2,09 miliar), yang nantinya akan disalurkan sebagai donasi awal.

Gadget Reviews mencatat bahwa mekanisme pemberian koin ini serupa dengan sistem yang sudah diterapkan pada berbagai aplikasi kebugaran maupun program loyalitas pelanggan.

Kendati demikian, kampanye ini memicu dua pandangan yang saling berseberangan. Para pendukung mengutip penelitian ekonomi perilaku yang menyebutkan bahwa insentif sekecil apa pun dapat membantu membentuk kebiasaan baru.

Di sisi lain, sejumlah kritikus mempermasalahkan jumlah imbalan yang dinilai terlalu kecil, terutama jika diharapkan mampu menarik minat orang-orang yang memang tidak memiliki kecenderungan untuk membaca.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sakit Hati Dipecat, Pegawai Hapus Server Kantor Senilai Rp11 Miliar


Most Popular
Features