Ramai-Ramai Warga Pilih Beli HP Samsung, Padahal Ada iPhone Terbaru
Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan smartphone lipat andalan Samsung, Galaxy Z Fold 8, sempat diprediksi bakal menghadapi tekanan berat menyusul kehadiran lini terbaru iPhone Duo. Kendati demikian, skenario tersebut tidak terbukti, setidaknya di pasar domestik Korea Selatan.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi Samsung. Pasalnya, alih-alih berpaling ke produk baru Apple, sebagian konsumen di Negeri Ginseng yang sempat bimbang justru akhirnya membulatkan tekad untuk meminang Galaxy Z Fold 8.
Konsumen Nilai iPhone Duo Tak Sebanding dengan Waktu Tunggu
Media-media Korea melaporkan bahwa angka penjualan Galaxy Z Fold 8 justru mengalami lonjakan sebesar 10% dibanding pekan sebelumnya, dikutip dari Sammobile, Kamis (17/9/2026).
Sejumlah analis industri menilai, para pembeli yang tadinya memilih wait and see untuk melihat gebrakan Apple akhirnya memutuskan untuk melabuhkan pilihannya pada gawai lipat besutan Samsung.
Keputusan tersebut disinyalir kuat dipicu oleh perbandingan spesifikasi fisik yang mencolok. Setelah menimbang aspek bobot dan ketebalan perangkat, serta harga jual iPhone Duo yang dipatok jauh lebih mahal-mencapai 3,29 juta won (Rp42 jutaan), konsumen menilai Galaxy Z Fold 8 menawarkan value yang jauh lebih rasional.
Faktor harga lokal juga menjadi daya gedor tersendiri. Di kandangnya sendiri, Samsung membanderol Galaxy Z Fold 8 mulai dari 2,28 juta won (Rp29 jutaan), menjadikannya jauh lebih kompetitif. Tak hanya itu, dari segi desain bodi, Galaxy Z Fold 8 juga tercatat lebih ramping dan ringan dibandingkan iPhone Duo.
Keuntungan lain bagi konsumen lokal adalah ketersediaan barang. Galaxy Z Fold 8 sudah langsung bisa dibeli di pasaran tanpa harus antre, sementara iPhone Duo baru akan resmi mendarat di rak-rak toko Korea Selatan pada 16 Oktober mendatang.
Melihat berbagai keunggulan komparatif tersebut, ditambah fakta bahwa peluncuran global pesaingnya masih memakan waktu berminggu-minggu, bukan tidak mungkin Samsung akan gencar menggelar strategi promosi agresif demi merangkul para konsumen global yang terkenal tidak sabaran.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]