Gaji Buruh Akhirnya Naik Secimit di Sini, Banyak yang Lebih Parah

Redaksi,  CNBC Indonesia
17 September 2026 13:50
Amazon-branded salads on the shelves at a new smaller format Amazon Go store, open to Amazon employees and their guests, in the Blue Shift Amazon office space in downtown Seattle, Washington, U.S., December 10, 2018. Picture taken December 10, 2018.
Foto: Amazon Go store (REUTERS/Lindsey Wasson)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon, resmi menaikkan standar upah minimum pekerjanya di AS menjadi US$20 (sekitar Rp355 ribu) per jam. Berdasarkan data perusahaan, rata-rata upah di Amazon kini telah menyentuh angka US$24 (Rp426.000) per jam.

Kebijakan ini mencakup kenaikan sebesar US$1 (Rp17.000-an) dari tingkat upah awal sebelumnya, dikutip dari The Guardian, Kamis (17/9/2026).

Tidak hanya mendongkrak gaji pokok, Amazon juga memperluas jaminan kesejahteraan (benefit) karyawannya melalui program diskon belanja bahan makanan (grocery).

Para buruh kini bisa menikmati potongan harga sebesar 10% tanpa batas (uncapped) untuk produk bahan makanan segar dan kebutuhan sehari-hari di Amazon.com, serta Whole Foods Market Online. Mereka juga mendapatkan diskon tamabahan 20% khusus untuk belanja langsung di toko fisik Whole Foods.

Kebijakan penyesuaian upah ini membuat standar gaji minimum Amazon kini sejajar dengan kompetitornya, Costco, yang sebelumnya telah menaikkan upah awal terendahnya ke level US$20 per jam pada 2025, dengan mayoritas pekerja mengantongi lebih dari US$30 (Rp532.000-an) per jam.

Raksasa Ritel Lain Lebih Parah

Kedua peritel raksasa tersebut tercatat menawarkan upah awal yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebagian besar pesaing di industri ritel. Sebagai perbandingan, standar upah awal di Target saat ini masih bertahan di angka US$15 (Rp266.000-an) per jam, sementara Walmart mematok di kisaran US$14 (Rp248.000-an) per jam.

Saat ini, Amazon mempekerjakan sekitar 1,1 juta orang di AS, menjadikannya sebagai perusahaan swasta pemberi kerja terbesar kedua setelah Walmart. Di samping itu, perusahaan juga mencatatkan penciptaan sebanyak 390.000 lapangan kerja melalui mitra penyedia layanan pengiriman (delivery service provider).

"Kami sering berbicara tentang perbaikan berkelanjutan di Amazon-tentang selalu ingin menjadi lebih baik, bahkan ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik," ujar Udit Madan, Wakil Presiden Senior Operasi Global Amazon, dalam sebuah blog resmi yang mengumumkan kebijakan kenaikan upah tersebut.

"Saya sangat antusias melihat bagaimana investasi ini berjalan beriringan untuk membantu para karyawan dan keluarga mereka terus berkembang dalam jangka panjang," pungkasnya.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Karyawan Cuti Hamil Malah Dipecat, Perusahaan Masuk Pengadilan


Most Popular
Features